Regen Silaban, Calon Ketua PWI Tanjungbalai Tahun 2025–2028, Siap Jadi Parhobas
Kanalvisual.com - Tanjungbalai - Sumut - Regen Silaban, S.H, secara resmi mencalonkan diri sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungbalai periode 2025–2028. Ia menjadi salah satu Peserta yang akan mengikuti pemilihan Ketua PWI pada Konferensi ke-VII PWI Tanjungbalai yang akan digelar pada 28 Desember 2025 mendatang di Combure Cafe Tanjungbalai.
Ha tersebut disampaikan Regen Silaban setelah menyerahkan berkas pendaftaran kepada Pokja Penjaringan Konferensi ke-VII PWI Tanjungbalai, pada Rabu (24/12/2025).
Kepada sejumlah Wartawan, Regen Silaban menegaskan komitmennya untuk membawa Organisasi PWI Tanjungbalai menjadi sebuah organisasi yang profesional, bersinergi bagi semua elemen Masyarakat, Stakeholder maupun Pemerintah.
Ia juga mengatakan, bahwa dirinya akan memupuk soliditas sesama wartawan, kekompakan dan loyalitas dalam bingkai kerja-kerja Kewartawanan/Jurnalistik yang nyata bukan kerja dengan kata-kata.

“Saya tidak punya visi misi yang muluk-muluk, karena menurut saya, seseorang sebagai Ketua PWI itu harus jadi Pelayan atau lebih akrab disebut sebagai Parhobas. Jika posisi itu diamanahkan, maka saya akan abdikan diri sebagai Parhobas bagi wartawan secara khusus di PWI Tanjungbalai," katanya.
Selain itu, katanya, Ia juga akan bergerak dalam menjalin sinergitas dengan organisasi wartawan atau jurnalis yang ada di Tanjungbalai, dengan tujuan agar bisa bersama - sama menyatukan persepsi dalam menciptakan seorang wartawan/jurnalis yang bekerja secara professional sesuai UU Pers dan Kode Etik Wartawan/Jurnalistik.
Kemudian, sambungnya, PWI Tanjungbalai akan tetap menjadi mitra kritis, penyeimbang dan mitra yang konstruktif bagi pemerintah, stakeholder maupun instansi pemerintah.

"Saya menyakini bahwa, organisasi PWI ini dibangun oleh para pendiri dan pendahulu, pastinya adalah sebagai wadah, tempat para wartawan melakukan pekerjaan kewartawanannya dan siap untuk ditempah, dibentuk sebagai wartawan profesional yang bekerja dengan aksi nyata," ujar Regen, S.H.
Ia juga menegaskan, bahwa dalam Organisasi PWI tidak ada perbedaan warna kulit putih atau hitam, apalagi membedakan keagamaan, tetapi yang ada adalah istilah Senior dan Junior, dimana ada rasa kekeluargaan yang saling menghargai sesama wartawan baik senior dengan senior, junior dengan junior, serta senior mengayomi junior, dan junior menghormati senior.
"Harapan kita pada Konferensi ke-VII PWI Tanjungbalai ini, dapat terpilih sosok ketua yang menjadi pemimpin yang Pengayom dan Pelayan (Parhobas). Dalam prosesnya mudah - mudahan tanpa ada transaksional, tetapi lebih kepada menilai sosok yang dianggap mampu mengemplementasikan niat baik dan kinerja saat memimpin PWI Tanjungbalai 3 (tiga) tahun ke depan," pungkasnya. (Wes/Red).

