Batam Darurat Narkoba, Ade Erfil Manurung Desak Usut Tuntas hingga Pemilik Properti

Batam Darurat Narkoba, Ade Erfil Manurung Desak Usut Tuntas hingga Pemilik Properti

Kanalvisual.com - Batu Ampar - Batam - Kepulauan Riau | Status darurat peredaran narkotika kini resmi disematkan untuk wilayah Kota Batam. Dalam kurun waktu kurang dari sebulan, aparat penegak hukum dari berbagai instansi secara bertubi-tubi berhasil membongkar jaringan narkoba kelas kakap di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

Publik dihebohkan oleh empat pengungkapan spektakuler dalam waktu berdekatan. Operasi tersebut mulai dari pembongkaran pabrik narkoba di ruko bekas sarang love scamming, peredaran cairan vape berisi Etomidate, menggagalkan penyelundupan 1,3 ton narkoba via jalur laut, hingga temuan brankas khusus ekstasi di tempat hiburan malam ternama.

Rentetan kasus ini memantik reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya dari Tokoh Aktivis Nasional yang juga Ketua Gerakan Anti Korupsi Indonesia (GAKI), Ade Erfil Manurung. Ia menilai Batam bukan lagi sekadar pintu gerbang transit, melainkan telah bergeser menjadi surga produksi bagi kartel narkotika lintas negara.

«"Ini sudah darurat tingkat tinggi. Negara tidak boleh kalah oleh pengusaha hitam dan sindikat narkoba. Kapolda Kepri dan BNN harus melakukan sweeping total ke seluruh tempat hiburan malam, cabut izinnya jika terbukti jadi sarang peredaran," tegas Ade Erfil Manurung dalam keterangan resminya, Kamis (13/08/2026).»

Sorotan tajam masyarakat saat ini tertuju pada penggerebekan BNN RI di Komplek Sakura Permai, Batu Ampar, pada akhir Juli lalu. Ruko yang disulap menjadi fasilitas peracikan narkoba dan pengemasan vape Etomidate ini ternyata memiliki rekam jejak kelam karena pada Agustus 2023 pernah digerebek menjadi markas love scamming WNA China.

Ade Erfil menyoroti kejanggalan lolosnya pengawasan pemilik properti berinisial AH yang mangkir dari panggilan pemeriksaan perdana oleh penyidik BNN di Jakarta. Ia mendesak BNN melakukan jemput paksa jika yang bersangkutan terus tidak kooperatif, mengusut tuntas aliran dana, serta memiskinakannya menggunakan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Inovasi sindikat dalam meracuni generasi muda juga terbukti setelah Polsek Lubuk Baja menyita 74 cartridge vape bermerek THUGS yang mengandung Etomidate. Sementara di jalur laut, ancaman peredaran barang haram berhasil dipatahkan oleh Koarmada RI lewat operasi laut di Perairan Tanjung Berakit dengan menggagalkan penyelundupan narkoba seberat 1,3 ton.

Di pusat kota, Bareskrim Polri bersama Satgas NIC menampar keras dugaan praktik pembiaran peredaran narkoba di tempat hiburan malam. Penggerebekan HH Club Planet 3.0 di Nagoya City pada Senin (10/08/2026) dini hari berujung pada penangkapan 32 orang beserta bukti telak berupa brankas besar berwarna hijau sage berisi pil ekstasi.

«"Penemuan brankas inex di HH Club adalah bukti peredaran ini difasilitasi secara terstruktur. Hukum harus tajam ke atas, jangan hanya tajam ke kurir di jalanan. Sinergi aparat harus diperkuat untuk menutup semua pintu masuk, baik jalur pelabuhan tikus maupun dari dalam kelab malam," pungkas Ade Erfil.»

Hingga berita ini diterbitkan, publik Batam masih terus menanti langkah tegas BNN dan kepolisian untuk mengusut tuntas dalang utama di balik maraknya peredaran barang haram tersebut. Ruang hak jawab dan klarifikasi tetap terbuka lebar bagi pihak manajemen HH Club, pengusaha AH, maupun instansi terkait lainnya demi keberimbangan informasi. (red/kv/tw)