Duka Tanah Jawa: PB XIII Mangkat, Keraton Surakarta Berkabung

Duka Tanah Jawa: PB XIII Mangkat, Keraton Surakarta Berkabung

Kanalvisual.com – Surakarta, - Solo Raya - Kabar duka menyelimuti Tanah Jawa. Sri Susuhunan Pakubuwono XIII (PB XIII), Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, wafat pada Minggu pagi, 2 November 2025, sekitar pukul 07.30 WIB. Beliau menghembuskan napas terakhir di sebuah rumah sakit di kawasan Sukoharjo setelah beberapa waktu menjalani perawatan intensif.

Suasana haru menyelimuti Keraton Surakarta. Abdi dalem, kerabat keraton, dan masyarakat mulai berdatangan ke pendapa untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang raja. Jenazah almarhum disemayamkan di Keraton sebelum diberangkatkan menuju Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Daerah Istimewa Yogyakarta, sesuai tradisi turun-temurun Kesunanan.

Sri Susuhunan Pakubuwono XIII lahir di Surakarta pada 28 Juni 1948 dengan nama kecil Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Hangabehi. Ia dinobatkan menjadi Susuhunan ke-20 pada 10 September 2004, menggantikan PB XII. Sejak itu, beliau dikenal sebagai sosok yang berupaya keras menjaga marwah keraton dan melestarikan budaya Jawa di tengah derasnya arus modernisasi.

Semasa hidupnya, PB XIII dikenal bijaksana, tenang, dan konsisten mempertahankan tradisi. Beliau membuka ruang bagi publik untuk mengenal lebih dekat kebudayaan keraton — dari seni tari Bedhaya, karawitan, hingga adat kebesaran Jawa yang menjadi warisan luhur Nusantara.

Duka mendalam kini menyelimuti masyarakat Solo dan segenap pecinta budaya. Kepergian PB XIII bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar Kasunanan, tetapi juga bagi Indonesia yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai luhur peradaban Jawa.

“Beliau adalah simbol keteduhan dan kebijaksanaan. Dalam diri beliau, kami melihat wibawa raja sekaligus kelembutan seorang ayah,” ujar salah satu abdi dalem yang turut mengiringi prosesi penyemayaman di keraton.

Dengan berpulangnya PB XIII, berakhir sudah satu babak penting dalam sejarah Keraton Surakarta. Namun semangat, ketulusan, dan warisan budayanya akan terus hidup dalam sanubari masyarakat.

Semoga arwah beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Salam hormat dan penghargaan terakhir kami untuk Sang Sinuhun.

Sugeng tindak, Sinuhun. Slamet ing salaminipun. (Redaksi Kanalvisual.com)