Tim PKM FKIP Universitas Cenderawasih Gelar Etno-STEM Digital Project untuk Perkuat Literasi Sains, Numerasi dan Digital Pelajar Papua

Tim PKM FKIP Universitas Cenderawasih Gelar Etno-STEM Digital Project untuk Perkuat Literasi Sains, Numerasi dan Digital Pelajar Papua

Kanalvisual.com - Papua, Kabupaten Keerom - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih menyelenggarakan kegiatan Etno-STEM Digital Project: Pelatihan Kreasi Media Digital Berbasis Canva sebagai Strategi Penguatan Literasi Sains, Numerasi, dan Digital Pelajar Papua di SMP Negeri 03 Arso, Kabupaten Keerom.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Bantuan Pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026 (BIMA).

Pelatihan diikuti oleh 40 peserta, yang terdiri atas 10 guru dan 30 siswa SMP Negeri 03 Arso. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis Etno-STEM (Ethnoscience, Science, Technology, Engineering, and Mathematics) serta memperkuat kemampuan literasi sains, literasi numerasi, dan literasi digital peserta didik melalui pemanfaatan teknologi digital.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pendekatan ETNO-STEM sebagai model pembelajaran yang mengintegrasikan kearifan lokal Papua dengan konsep-konsep sains, teknologi, rekayasa, dan matematika.

Melalui pendekatan ini, guru didorong untuk memanfaatkan kekayaan budaya serta keanekaragaman hayati Papua sebagai sumber belajar yang kontekstual sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Materi berikutnya membahas implementasi Etno-STEM dalam pembelajaran IPA melalui proyek mini riset sebagai strategi meningkatkan literasi sains siswa. Dalam sesi ini, peserta mendiskusikan berbagai contoh penerapan fenomena alam, keanekaragaman hayati Papua, pemanfaatan sumber daya lokal, konservasi lingkungan, hingga praktik-praktik masyarakat adat sebagai konteks pembelajaran.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah, pemecahan masalah, serta membangun kepedulian siswa terhadap pelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Sebagai bagian dari penguatan kompetensi guru, Tim PKM FKIP Universitas Cenderawasih juga memberikan pelatihan penyusunan penuntun mini riset berbasis Etno-STEM.

Guru dibimbing menyusun panduan penelitian sederhana yang memungkinkan siswa mengeksplorasi berbagai potensi lokal melalui kegiatan observasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis, hingga penyusunan laporan hasil penelitian.

Penuntun mini riset tersebut diharapkan menjadi perangkat pembelajaran berbasis proyek yang mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif.

Selain materi pedagogis, peserta peserta yang terdiri dari  30 siswa mengikuti pelatihan kreasi media digital menggunakan Canva. Siswa diperkenalkan pada berbagai fitur Canva untuk mengembangkan media pembelajaran digital seperti infografis, poster edukasi, presentasi interaktif dan e-booklet bertema keanekaragaman hayati serta kearifan lokal Papua. Keterampilan ini diharapkan dapat mendukung pembelajaran yang lebih inovatif sekaligus meningkatkan kemampuan literasi digital peserta.

Selama pelaksanaan kegiatan, antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam diskusi, praktik, dan penyusunan produk pembelajaran. Guru aktif berdiskusi mengenai implementasi Etno-STEM di kelas, sementara para siswa menunjukkan kreativitas dalam menghasilkan media digital yang mengangkat potensi lokal Papua sebagai sumber belajar.

Ketua Tim PKM FKIP Universitas Cenderawasih menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya nyata perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah 3T melalui penguatan kapasitas guru dan peserta didik.

"Melalui pendekatan Etno-STEM, kami ingin menunjukkan bahwa kekayaan budaya dan lingkungan Papua memiliki potensi besar sebagai sumber belajar. Ketika dipadukan dengan teknologi digital, pembelajaran akan menjadi lebih kontekstual, menarik, dan mampu meningkatkan literasi sains, numerasi, serta literasi digital peserta didik," ujarnya.

Kepala SMP Negeri 03 Arso menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan berharap hasil pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran di sekolah. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkenalkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik daerah.

Melalui kegiatan ini diharapkan guru semakin kompeten dalam merancang pembelajaran berbasis Etno-STEM, sedangkan siswa mampu memanfaatkan teknologi digital secara kreatif, berpikir ilmiah, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan keanekaragaman hayati Papua. Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen FKIP Universitas Cenderawasih dalam mendukung transformasi pendidikan di Papua melalui inovasi pembelajaran yang kontekstual, berbasis potensi lokal, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21.(Adung).