Wakil Bupati Ali Rahman Menghadiri Musrenbang Kecamatan Gunung Labuhan di Waykanan
Kanalvisual.com - Way Kanan, Lampung - Wakil Bupati Way Kanan, Drs. Ali Rahman, M.T, bersama rombongan menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kecamatan Gunung Labuhan. Acara tersebut, dihadiri juga oleh. Wakil Ketua DPRD Way Kanan, Hi. Romli S.Pd, serta seluruh kepala kampung dan Tim Penggerak PKK kampung dari seluruh badan permusyawaratan kampung se- Kecamatan Gunung Labuhan. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Kecamatan, pada Senin (05/02/2024).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati, Ali Rahman menjelaskan bahwa Musrenbang merupakan salah satu agenda penting yang telah diatur dalam undang-undang dan peraturan pemerintah. Musrenbang kecamatan dilakukan setelah sebelumnya telah dilaksanakan musyawarah kampung dan musyawarah dusun. Hal ini dilakukan untuk menyerap aspirasi Masyarakat yang akan dijadikan acuan dalam pembangunan di setiap daerah dan kampung.
Oleh karena itu, hari ini Pemerintah Daerah Way Kanan melakukan Musrenbang tingkat kecamatan karena hasil Musrenbang kecamatan akan menjadi acuan dalam musyawarah tingkat kabupaten untuk melaksanakan pembangunan, khususnya di Kabupaten Way Kanan.
Selain itu, Ali Rahman juga mengingatkan tentang pentingnya partisipasi dalam Pemilu yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024. Dia mengajak semua pihak untuk mensukseskan pesta demokrasi tersebut, dengan tidak golput dan turut serta dalam pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Setelah acara Musrenbang kecamatan selesai, dilanjutkan dengan acara pisah sambut bersama anak-anak Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Lampung (UNILA). Kegiatan ini mencakup pemberian santunan kepada Anak yatim di setiap kampung, di mana satu anak menjadi perwakilan.
Dalam sambutannya, Camat Gunung Labuhan, Zaida, S.E, menyampaikan terima kasih kepada Mahasiswa KKN atas dedikasi mereka dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada Masyarakat Kecamatan Gunung Labuhan. Dia berharap ilmu pengetahuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat.
Zaidan juga meminta ma'af, atas segala kesalahan yang mungkin terjadi selama kegiatan KKN berlangsung, baik itu disengaja maupun tidak. Dia berpesan agar kesalahan tersebut tidak dibawa ke Bandar Lampung dan cukup ditinggalkan di Gunung Labuhan saja. (Aldiansyah).


