Ketua K3S Kampar Kiri Tengah Ingatkan Guru Jangan Antipati terhadap Wartawan, Jadikan Media Sahabat Pendidikan
Kanalvisual.com - Kampar Kiri Tengah - Kampar - Riau | Sikap sebagian oknum tenaga pendidik yang dinilai enggan serta menutup diri dari kehadiran jurnalis di lingkungan sekolah kini kembali menjadi sorotan hangat. Fenomena miring tersebut mendapat perhatian serius karena sejatinya media massa, khususnya portal berita online, memiliki fungsi yang sangat strategis dalam roda kehidupan berbangsa. Selain berperan aktif sebagai penyampai informasi kepada publik dan menjalankan fungsi kontrol sosial, insan pers juga memegang peranan vital sebagai mitra strategis dalam mendorong akselerasi kemajuan mutu dunia pendidikan.
Menyikapi dinamika hubungan tersebut, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Kampar Kiri Tengah, H. Zainalis, memberikan pandangan mendalam saat menerima kunjungan silaturahmi dari sejumlah awak media pada Rabu (29/07/2026). Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, beliau menekankan bahwa tidak ada alasan yang mendasar bagi para insan pendidikan untuk memandang miring ataupun menghindari kehadiran para pencari berita. Sebaliknya, jalinan komunikasi yang harmonis serta sinergi yang sehat antara pihak manajemen sekolah dan media massa justru akan membawa dampak yang sangat positif.
"Jadikan wartawan sebagai sahabat, jangan malah dijauhi atau dianggap sebagai ancaman bagi sekolah. Media memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan berbagai informasi yang sifatnya membangun, mengangkat capaian prestasi yang diraih sekolah, sekaligus membuka mata pemerintah terhadap berbagai persoalan riil di lapangan yang masih membutuhkan perhatian," tegas H. Zainalis dalam arahannya di hadapan para jurnalis. Pihaknya menginginkan ada paradigma baru yang lebih terbuka dari para guru dalam menyikapi kehadiran wartawan di lingkungan kerja mereka.
Lebih lanjut, H. Zainalis memaparkan bahwa sebuah produk jurnalistik atau pemberitaan yang diproduksi secara profesional dan taat terhadap kaidah jurnalistik memiliki kekuatan penyeimbang yang besar. Berita-berita mengenai keterbatasan sarana prasarana sekolah di daerah pelosok misalnya, seringkali menjadi pemicu utama lahirnya kebijakan taktis atau kucuran bantuan anggaran dari pemerintah pusat maupun daerah. Oleh sebab itu, kehadiran pers tidak boleh dinilai dari sudut pandang negatif semata, melainkan harus dilihat sebagai penyambung lidah sekolah ke tingkat pemangku kebijakan.
Atas dasar pertimbangan tersebut, Ketua KKKS Kampar Kiri Tengah ini mengajak seluruh kepala sekolah serta barisan tenaga pendidik di wilayahnya untuk mulai membangun ruang komunikasi yang transparan. Menurut pandangannya, asas transparansi serta kemitraan yang sejajar dengan insan pers merupakan bagian konkrit dari upaya mewujudkan tata kelola administrasi pendidikan yang akuntabel. Dengan bersikap terbuka terhadap konfirmasi wartawan, sekolah juga turut menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang bersih dan bertanggung jawab kepada masyarakat luas.
Kendati meminta para guru untuk bersikap ramah dan kooperatif, H. Zainalis di sisi lain juga menitipkan pesan penting dan mengingatkan seluruh wartawan yang bertugas di lapangan. Beliau menekankan bahwa dalam menjalankan profesi jurnalistiknya, seorang wartawan mutlak wajib mematuhi seluruh klausul yang tertuang di dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Insan pers dituntut untuk selalu menyajikan produk berita secara berimbang, menguji akurasi data di lapangan, serta senantiasa mengedepankan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Melalui momentum ini, pihak KKKS Kecamatan Kampar Kiri Tengah menaruh harapan besar agar dinding pembatas antara dunia pendidikan dan media komunikasi dapat segera diruntuhkan demi kepentingan bersama. Sinergitas yang kuat antara kedua belah pihak diyakini akan mampu mengurai berbagai benang kusut serta persoalan pelik yang selama ini masih membayangi sektor pendidikan di Kabupaten Kampar. Ketika masalah sekolah dapat tersampaikan dengan objektif, maka ruang solusi nyata dari pemerintah dan partisipasi publik akan terbuka lebar demi mencetak generasi bangsa yang unggul.(red/kv/tw)


