Pelat TNI yang Dipakai Pengemudi Fortuner Arogan, Ternyata Begini Ceritanya
Kanalvisual.com - Rohil, Riau - Akhirnya terkuak asal usul pelat mobil dinas TNI yang dipakai Pengemudi Fortuner arogan berinisial PWGA.
Diketahui PWGA awalnya terlibat cekcok dengan pengendara lain di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. (Dikutip dari TribunJakarta.com)
Kala itu PWGA mengaku berdinas di Markas Besar TNI seperti yang tertulis dalam pelat nomor mobilnya. Bahkan, Ia mengaku sebagai keluarga jenderal bernama Tony Abraham.
Namun setelah diusut, pelat mobil dinas TNI bernomor 84337-00 yang dipakai Pengemudi Fortuner arogan tersebut palsu terdaftar atas nama Marsda TNI (Purn) Asep Adang Supriyadi pada 2020.
Lalu darimana Pengemudi Fortuner tersebut mendapatkan pelat mobil dinas TNI tersebut?
Kanit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Anggi Fauzi Hasibuan menjelaskan, PGWA merupakan adik seorang pensiunan TNI.
"(Pelaku) tiga bersaudara, Dia paling kecil. Dua kakaknya ada perempuan. Kakak nomor satu itulah Kowad yang pensiunan, Kowad berpangkat Perwira Tinggi," kata Fauzi Hasibuan saat dikonfirmasi, Rabu (17/04/2024).
Pelat mobil dinas TNI yang dipakai PWGA merupakan pemberian sang kakak.
"Jadi, Dia memang bukan anggota TNI. Kakaknya itu pada saat masih aktif sampai dengan pensiun diberikanlah pelat nomor dinas itu," ujar Anggi.
Dia menjelaskan, pelat mobil dinas TNI yang digunakan PWGA sebelumnya terdaftar atas nama sang kakak. Namun, pelat ini teregister hanya sampai tahun 2018.
"Lalu pada 2019 dilakukan pemutihan pelat nomor dinas itu," ungkapnya.
Setelah pemutihan, pelat bernomor 84337-00 tersebut terdaftar atas nama Marsda TNI (Purn) Asep Adang Supriyadi pada 2020.
Ketika diberikan pelat dinas oleh Mabes TNI, Asep merupakan Dosen di Universitas Pertahanan.
"Nomor yang dipakai oleh salah satu seorang kerabat pelaku ini, sudah dihapus tahun 2019. Nah diterbitkan lagi oleh Mabes TNI, tetapi dengan nama Pak Asep serta jenis kendaraan berbeda," papar Anggi.
Kepada polisi, PWGA mengaku telah menggunakan pelat palsu sejak 2023.
"Alasan dipinjamkan, kalau misalnya ada ganjil genap, Dia baru gunakan. Pada saat tanggal genap dia menggunakan pelat nomor dinas tersebut tetapi dengan syarat harus izin dulu ke kakaknya," jelasnya.
Pada Selasa (16/4/2024), PWGA akhirnya ditangkap. Pengemudi Fortuner tersebut ditangkap di rumahnya di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Timur. PWGA yang mengaku sebagai adik jenderal menyembunyikan mobil berpelat palsu dinas TNI di rumah kakaknya di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
"Jadi sejak kejadian itu (percekcokan), Ia (PWGA) ke rumah kakaknya bersama istrinya," ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Titus Yudho Ully saat dikonfirmasi, Rabu (17/04/2024).
Dia menyebutkan, pelat palsu TNI yang sebelumnya terpasang di mobil Fortuner itu pun telah hilang.
"Mobil ada di rumah tersebut, ditutup terpal penutup mobil. Pelatnya dibuang," ucap Titus.
Kini, polisi menetapkan PWGA sebagai tersangka.
Pengemudi Fortuner arogan berinisial Ir PWGA akhirnya ditangkap. Diketahui PWGA yang memakai plat mobil dinas TNI, sempat mengaku sebagai adik seorang jenderal. Terkuak profesinya yang sesungguhnya.
Pelaku disangkakan dengan Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pemalsuan Surat.
Sebelumnya, Kapuspen TNI, Mayjen Nugraha Gumilar turut memastikan bahwa PWGA bukan anggota TNI.
"Pengemudi arogan yang menggunakan pelat dinas Mabes TNI, ternyata pelat dinas palsu. Pemilik asli sudah lapor ke kepolisian karena merasa dirugikan," ucap Nugraha.
Dia lalu membantah bahwa Pelaku merupakan adik dari seorang jenderal TNI.
"Tidak benar," tuturnya. (Jekson, S.H/Sumber Tribun jakarta.com).


