Berawal dari Bisnis Pupuk Dolomit Hingga Berujung di Laporan Polisi. Ini Sebabnya

Berawal dari Bisnis Pupuk Dolomit Hingga Berujung di Laporan Polisi. Ini Sebabnya

Kanalvisual.com - Pekanbaru, Riau - Bisnis pupuk Dolomit antara Rustam Taslim dengan Pimpinan Perusahaan PT. Elsa berinisial RS berujung laporan ke Polisi.

Laporan tersebut disampaikan Rustam Taslim ke Polda Riau pada Jumat (28/08/2026) siang. Dirinya merasa diancam dan dilecehkan dengan kata-kata kasar oleh RS melalui pesan chat WhatsApp pribadi pada beberapa hari yang lalu karena diduga belum membayar uang mobilisasi pupuk tersebut kepada RS.

Kepada Awak Media, Rustam mengatakan, langkah ini diambil setelah berkonsultasi dengan keluarga besarnya, bahwa apa yang dilontarkan RS melalui pesan chat WhatsApp kepada dirinya sudah sangat keterlaluan.

"Saya sudah konsultasi dengan keluarga, sehingga menempuh jalur hukum," ucap Rustam melalui sambungan telepon WhatsApp kepada Awak Media, Jumat (28/08/2026) sore.

Ia juga mengakui menjalin bisnis (kerjasama) tanpa tertulis (saling percaya) pupuk Dolomit dengan RS. Dimana sebanyak 25  ton pupuk tersebut diangkut dari Medan ke Lipat Kain, Kec. Kampar Kiri, Kab. Kampar, Riau dengan mobilisasi dari RS.

"Bagaimana saya mau bayar kalau konsumen (pembeli) belum menyelesaikan pembayarannya," kata Rustam.

Sementara, saat dikonfirmasi Awak Media melalui pesan chat WhatsApp, Jumat (28/08/2026) sore, RS mengatakan,"kalau tidak ada api mana mungkin ada asap".

Diungkapkan RS, apa yang diontarkannya kepada Rustam Taslim merupakan bentuk kekecewaannya karena merasa ditipu. Sebab, kata RS, hingga saat ini uang yang dikeluarkannya untuk membeli pupuk sebanyak 25 ton dan biaya angkutan, tidak satu rupiah pun diterimanya dari Rustam Taslim. Padahal, Ia menduga konsumen (pembeli) pupuk tersebut sudah membayar kepada Rustam.

"Acapkali saya menelpon dan mengirimkan pesan melalui chat WhatsApp ke Rustam, terkait masalah uang saya, tapi tidak direspon baik," ujar RS.

Berikut rincian uang yang dikeluarkan RS: sebesar Rp. 15 juta untuk biaya pembelian pupuk 25 ton sebesar Rp. 12,5 juta, biaya rental mobil dan lainnya, serta Rp. 20 juta untuk biaya pengangkutan dari Medan ke Lipat Kain. Lalu, saat datang ke rumah RS, dengan membawa anak dan istrinya, Rustam memakai uang RS sebesar Rp. 1,5 juta untuk ongkos pulang ke Bagansiapiapi.

"Jadi total uang yang saya keluarkan sebesar Rp. 16,5 jiuta," jelas RS.

"Saya yang modalin semua. Rustam Taslim tidak mengeluarkan modal sama sekali mobilisasi pupuk tersebut. Saya yang dirugikan, malah saya yang dilaporkan. Lucu," ucap RS melalui sambungan telepon WhatsApp.

Terkait laporan yang dilayangkan Rustam Taslim, RS menegaskan, akan mengikuti prosesnya.  

Namun, kata RS, dirinya juga akan melaporkan balik Rustam Taslim dan rekannya yang berinisial RP dengan dugaan penipuan. Karena, Rustam Taslim sudah beberapa kali berjanji akan membayar uang pembelian pupuk dan biaya angkutnya. Tapi, tak teralisasi hingga saat ini.

"Silahkan mereka lapor, Saya juga akan lapor balik," pungkas RS. (Wes).