Peringati Hari Anak Nasional, Kepsek UPT SDN 017 Pandau Jaya Ajak Orang Tua Ubah Pola Asuh
Kanalvisual.com - Siak Hulu - Kampar - Riau | Momentum Hari Anak Nasional (HAN) menjadi refleksi penting bagi dunia pendidikan dan pola pengasuhan anak di lingkungan keluarga. Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah UPT SDN 017 Pandau Jaya, Elvina, S.Pd., menekankan pentingnya menumbuhkan kesadaran diri pada anak, bukan memaksakan kedisiplinan melalui tekanan atau kekerasan.
Menurut Elvina, esensi dari peringatan Hari Anak Nasional di sekolahnya diwujudkan dengan memberikan ruang bagi anak-anak untuk bermain sepuasnya secara positif. Melalui pendekatan ini, sekolah ingin menanamkan tanggung jawab dan budi pekerti secara sukarela, bukan atas dasar rasa takut terhadap hukuman fisik maupun verbal.
Ia juga mengimbau para orang tua murid agar tidak menerapkan metode pengasuhan masa lalu ke era digital saat ini. Membandingkan zaman dulu dengan sekarang dinilai tidak relevan karena struktur psikologis dan beban mental yang dihadapi generasi anak masa kini sudah jauh berbeda.
"Jangan membawa-bawa metode zaman kita dulu ke zaman sekarang, karena otak anak tidak akan sanggup menerima tekanan seperti itu. Pola asuh lama yang menggunakan sistem perundungan (bullying) atau pukulan jika anak tidak melaksanakan tugas harus segera ditinggalkan," ujar Elvina saat diwawancarai, Kamis (23/07/2026).
Lebih lanjut, Elvina menjelaskan bahwa kurikulum pendidikan saat ini lebih berbasis pada pendalaman karakter, akhlak, dan kesadaran diri. Pembentukan akhlak dasar anak sejatinya harus ditanamkan sejak dari rumah serta lingkungan ibadah, seperti masjid atau gereja, sementara sekolah menjadi tempat mempraktikkannya.
Pola pembelajaran di sekolah kini memadukan penyampaian lisan, materi teori, dan praktik langsung di luar kelas, seperti mengenal lingkungan dan tanaman. Oleh karena itu, orang tua diminta tidak cemas jika dalam beberapa minggu buku catatan anak terlihat kosong, karena proses serap ilmu kini tidak melulu berbasis tulisan.
Pihak sekolah juga menyadari bahwa banyak anak yang membawa beban persoalan dari rumah saat tiba di gerbang sekolah pada pagi hari. Menyikapi hal tersebut, Elvina telah menginstruksikan seluruh jajaran majelis guru untuk selalu menyambut kedatangan para siswa dengan senyuman hangat demi mencairkan suasana hati mereka.
Pola komunikasi guru dalam menegur siswa, baik di dalam kelas maupun di lapangan, juga harus diubah dengan menghindari bentakan atau suara keras. Anak-anak zaman sekarang cenderung lebih kritis dalam mencari alasan di balik sebuah kesalahan, sehingga pendekatan persuasif jauh lebih efektif ketimbang intimidasi.
"Banyak anak yang saat ini merasa tertekan bukan karena lingkaran pertemanan di sekolah, melainkan akibat perilaku kaku dari orang tua mereka sendiri di rumah. Masalah ini yang sedang kami urai perlahan bersama para guru di sekolah agar sistem baru ini berjalan maksimal," imbuhnya.
Di akhir pemaparannya, Elvina mengungkap tantangan berat yang dihadapi pihak sekolah terkait banyaknya siswa dari keluarga broken home yang minim perhatian. Pihak UPT SDN 017 Pandau Jaya berkomitmen untuk terus menguatkan mental dan psikologis para siswa tersebut agar mereka tidak terjerumus dalam perselisihan di sekolah. (Red/kv/tw)


