Titik Api Di Kawasan Way Kambas, Kapolres Lamtim Terjun Padamkan
Kanalvisual.com - Lampung Timur - Guna menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, pada Sabtu (22/08/2026). Tim yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lampung Timur AKBP Yuliansyah, segera bergerak menuju titik api di Rawa Palas Resort Kuala Penet untuk melakukan upaya pemadaman darurat bersama instansi terkait.
Langkah cepat ini diambil mengingat lokasi kebakaran berada di dalam kawasan konservasi yang merupakan habitat vital bagi satwa dilindungi.
Cuaca panas yang ekstrem disertai hembusan angin kencang pada vegetasi semak dan ilalang kering menyebabkan api cepat merambat hingga diperkirakan telah menghanguskan lahan seluas 673,4 hektare.
Upaya lokalisasi api menjadi prioritas utama guna mencegah kerusakan ekosistem yang lebih luas di wilayah tersebut.
Kapolres mengatakan Respon ini diprioritaskan mengingat lokasi kebakaran berada di dalam kawasan konservasi yang merupakan habitat vital bagi satwa dilindungi.
"Kami lakukan ini mengingat lokasi kebakaran berada di dalam kawasan konservasi yang merupakan habitat vital bagi satwa dilindungi. Cuaca panas yang ekstrem disertai hembusan angin kencang pada vegetasi semak dan ilalang kering menyebabkan api cepat merambat," Ucap Kapolres.
Penaklukan api menjadi tujuan utama guna mencegah kerusakan ekosistem yang lebih luas di wilayah hukum Polres Lampung Timur tersebut.
“Kami hadir sebagai bentuk dedikasi Polri dalam melindungi aset negara dan ekosistem dari ancaman kebakaran. Personel akan tetap berada di lokasi untuk melakukan pendinginan dan memastikan titik api benar-benar padam sepenuhnya meski menghadapi kendala di lapangan,” ungkapnya.
Api berhasil dipadamkan ditengah gelapnya waktu, namun tim gabungan masih bersiaga di lokasi guna memantau perkembangan situasi dan melakukan penyisiran pada area yang terdampak. Polres Lampung Timur berkomitmen untuk terus mengawal proses penanggulangan bencana ini hingga kondisi dinyatakan kondusif demi keberlangsungan hutan nasional.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan bersama-sama menjaga lingkungan dari potensi kebakaran di musim kemarau. (Adung).


