39 Jembatan Desa Rampung Dibangun, Kapolda Riau: Ini Wujud Nyata Pengabdian Polri untuk Masyarakat
kanalvisual.com - Pekanbaru - Riau | Komitmen Kepolisian Daerah (Polda) Riau dalam menghadirkan akses mobilitas yang aman dan layak bagi masyarakat pedesaan terus direalisasikan. Melalui Satgas Darurat Pembangunan dan Renovasi Infrastruktur Jembatan Tahap II, sebanyak 39 jembatan di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau dilaporkan telah selesai dibangun dan kini dapat dimanfaatkan secara penuh oleh masyarakat, Rabu (13/05/2026).
Program kemanusiaan berskala besar ini melibatkan sedikitnya 120 personel gabungan dari Satbrimob, Ditsamapta, dan Ditpolairud Polda Riau. Kehadiran satgas ini menjadi bukti nyata keseriusan Polri dalam membuka keterisolasian wilayah, memperlancar urat nadi perekonomian, hingga mendukung akses pendidikan anak-anak di pelosok desa.
Sejumlah infrastruktur penyeberangan yang telah rampung tersebut tersebar merata di wilayah Siak, Dumai, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, hingga Kuantan Singingi. Jembatan-jembatan tersebut sebelumnya berada dalam kondisi rusak parah, membahayakan keselamatan warga, bahkan sempat memutus akses pelajar menuju sekolah.
Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang tergabung dalam Satgas Darurat tersebut. Menurut jenderal bintang dua ini, program tersebut merupakan implementasi nyata dari konsep Polri Presisi yang hadir langsung menjawab kebutuhan dasar masyarakat di lapangan.
“Jembatan bukan hanya sekadar sarana fisik penghubung antarwilayah, tetapi juga penghubung harapan masyarakat menuju pendidikan yang layak, penguatan ekonomi, serta pelayanan kesehatan yang lebih baik. Saya sangat mengapresiasi dedikasi seluruh personel yang bekerja tanpa kenal lelah,” ujar Irjen Pol Herry Heryawan.
Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur sederhana namun menyentuh kebutuhan primer warga merupakan esensi dari semangat pengabdian Polri. Ketika akses transportasi terbuka luas, maka roda perekonomian mikro di tingkat desa akan bergerak lebih cepat dan aman dari rasa khawatir.
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K., menjelaskan bahwa proses pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan sistem gotong royong bersama warga setempat. Selain membangun konstruksi baru dari dasar, personel di lapangan juga melakukan renovasi total terhadap jembatan gantung yang sudah lapuk dimakan usia.
Beberapa proyek makro yang menjadi perhatian utama di antaranya adalah pembangunan jembatan sepanjang 168 meter di Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir. Selain itu, percepatan pembangunan juga difokuskan pada akses penghubung desa di wilayah Kuantan Singingi, Bengkalis, Pelalawan, hingga Kota Dumai.
Program Satgas Darurat Pembangunan Jembatan ini sendiri merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait pentingnya jaminan keselamatan, akses pendidikan, dan social inclusion bagi masyarakat pedesaan. Di luar 39 unit yang telah selesai, saat ini terdapat 37 jembatan lain yang masih dalam proses pengerjaan fisik intensif, serta 7 titik baru yang memasuki tahap persiapan konstruksi.
Meskipun di beberapa lokasi pengerjaan sempat terkendala oleh faktor cuaca ekstrem seperti intensitas hujan tinggi dan arus air sungai yang deras, proses pengerjaan di bawah komando Polda Riau tetap berjalan kondusif sesuai target. Hubungan humanis antara Polri dan warga di seluruh pelosok Bumi Lancang Kuning pun dilaporkan semakin erat seiring berjalannya program ini.(red/kv/tw)


