Untung Besar, Mafia BBB Subisidi Tak Akan Berhenti Sebelum Ditangkap dan Ditahan
Kanalvisual.com - Pekanbaru - Riau - Eriyantosidabutar, nama salah seorang Tiktoker yang acapkali menayangkan potongan foto liputannya terkait kegiatan ilegal yang dapat merugikan keuangan negara. Diantaranya penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Solar.
Di setiap tayangannya, dapat dilihat gudang-gudang penimbunan BBM subsidi yang terjadi di berbagai wilayah, tak terkecuali di Kota Pekanbaru, Riau. Salah satunya di jalan Kadiran, Kulim, Kec. Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.
Ucok Regar, Sukri dan Haji Bahar, disebutkan dalam tayangan tersebut, pusing meradang, karena pasokan BBM solar subsidi dari beberapa SPBU nya terhenti akibat diblokir pihak Pertamina Patra Niaga Kota Pekanbaru, Riau.

Menindaklanjuti tayangan di tiktok eriyantosidabutar tersebut, Ketua LSM Gerakan Anti Korupsi dan Penyelamatan Aset Negara (Gakorpan) Prov. Riau, Rahmad Panggabean, bersama Awak Media, pada Rabu (27/08/2025) sekira pukul 10.50 WIB, melakukan investigasi di lokasi tersebut.
Hasilnya, menurut Rahmad, Ucok Regar diduga masih melakukan kegiatan penimbunan BBM subsidi. Ini dinilainya karena, gudang yang disinyalir tempat penimbunan BBM subsidi masih berdiri kokoh dan tak jauh dari gudang tersebut terdapat bangunan pos yang menempatkan beberapa orang untuk memantau masuk dan keluarnya orang yang hendak ke gudang tersebut.
"Ini gudang masih beroperasional. Klau memang tak ada kegiatan di dalam gudang tersebut ya dibongkar saja. Tuh orang yang ada di dalam pos juga membenarkan bahwa gudang tersebut milik Ucok Regar," ucap Rahmad.

Bahkan, kata Rahmad, dirinya mendapatkan informasi bahwa Ucok Regar bekerjasama dengan H. Bahar, si Pemilik tanah. Dulunya, H Bahar hanya menyewakan tanahnya ke Ucok Regar dan temannya. Sekarang, H Bahar tidak sekedar menyewakan tanah, tapi diduga ikut juga "bermain" menimbun BBM subsidi.
"Saya dapat informasi bahwa Ucok Regar telah pecah kongsi dengan temannya dan sekarang menggandeng H Bahar," ujarnya.
Ia berharap, Kapolsek Tenayan Raya yang baru saja menduduki orang nomor satu di wilayah hukum Polsek Tenayan Raya dapat memantau dan menindaklanjuti laporan informasi yang disampaikan masyarakat. Baik secara lisan maupun dari media massa dan media sosial.
"Saya berharap Kapolsek Tenayan Raya menindaklanjuti laporan informasi yang disampaikan masyarakat. Karena, Saya sangat yakin para Mafia BBM subsidi tidak akan berhenti sebelum ditangkap dan dipenjara, karena untung yang mereka dapatkan sangat menggiurkan (untung besar)," pungkasnya.
Dikonfirmasi melalui pesan chat WhatsApp pada Rabu (27/08/2025), Ucok Regar dan H Bahar, belum memberikan tanggapan hingga berita ini dimuat.
Sementara, Tim awak media masih berupaya mencari akses untuk meminta keterangan dari Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Didi Antoni. (Tim/red)


