Vokasi Riau Membisu, Bidang SMK Disdik Dinilai Minim Kehadiran dan Informasi Publik
Kanalvisual.com – Pekanbaru – Riau | Pendidikan vokasi di Provinsi Riau kembali menjadi sorotan. Setelah sempat dipuji sebagai role model nasional dalam pengembangan SMK, kini Bidang SMK Dinas Pendidikan Riau dinilai senyap, minim kehadiran, dan miskin informasi publik terkait program strategis vokasi.
Sejumlah awak media mengaku kesulitan mendapatkan keterangan resmi soal keberlanjutan SMK Pusat Keunggulan, teaching factory, hingga wacana kebijakan SMK empat tahun. Ruang Kepala Bidang SMK kerap kosong dan tidak ada pejabat yang bisa dimintai penjelasan.
“Sudah beberapa kali datang, Kabid SMK tidak di tempat. Tidak ada pejabat yang bisa memberi keterangan,” ujar seorang jurnalis di Pekanbaru, Selasa 13 Januari 2026.
Kondisi ini dinilai menghambat transparansi publik, padahal pendidikan vokasi merupakan program prioritas nasional untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan menekan pengangguran.

Padahal sebelumnya, Riau menjadi provinsi percontohan. Riau menerima penghargaan APVOKASI, menerbitkan Pergub Nomor 6 Tahun 2022, dan Gubernur Syamsuar mewakili gubernur se-Indonesia saat peluncuran Perpres Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi.
Capaian itu diperkuat dengan 43 SMK di Riau yang ditetapkan sebagai SMK Pusat Keunggulan dari total sekitar 312 SMK negeri dan swasta melalui dua gelombang pengusulan tahun 2021 dan 2022.
Namun pasca pergantian pejabat di internal Disdik Riau, khususnya di Bidang SMK, geliat vokasi dinilai meredup. Berbeda dengan Bidang SMA yang tampak aktif berkoordinasi, aktivitas koordinatif di Bidang SMK nyaris tak terlihat.
“Ini bukan program kecil. Ini soal masa depan tenaga kerja Riau. Tapi sekarang informasinya gelap,” ujar seorang pemerhati pendidikan vokasi.
Hingga berita ini diturunkan, Disdik Riau belum memberikan penjelasan resmi terkait minimnya kehadiran pejabat Bidang SMK dan tidak tersedianya informasi publik mengenai perkembangan pendidikan vokasi di daerah. (Redaksi)


