Baru Sekitar Dua Minggu, Jalan Semenisasi Rp190 Juta di Pandau Jaya Mulai Retak dan Patah

Baru Sekitar Dua Minggu, Jalan Semenisasi Rp190 Juta di Pandau Jaya Mulai Retak dan Patah

Kanalvisual.com - Siak Hulu - Kampar - Riau | Sorotan terhadap proyek penataan Jalan Lingkungan RT 01 RW 02 Jalan Baja, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, kembali mencuat. Setelah sebelumnya menjadi perhatian terkait informasi spesifikasi beton setebal sekitar 13 sentimeter tanpa tulangan besi, kini kondisi fisik jalan yang baru dibangun mulai menunjukkan sejumlah keretakan.

Berdasarkan dokumentasi yang diperoleh media di lokasi, terlihat retakan memanjang pada permukaan beton. Retakan tersebut tampak membelah badan jalan dan pada beberapa bagian terlihat cukup lebar hingga menjalar dari permukaan sampai ke bagian tepi konstruksi.

Informasi dari lapangan menyebutkan, kondisi tersebut menjadi perbincangan masyarakat sekitar karena jalan tersebut masih tergolong baru. Bahkan, berdasarkan keterangan yang diterima media, jalan semenisasi tersebut baru digunakan sekitar dua minggu, namun sudah terlihat mengalami keretakan pada sejumlah titik.

"Kekuatiran masyarakat terbukti. Menjadi perbincangan hangat," demikian informasi yang disampaikan salah seorang anggota tim pemantau kepada media, Kamis (13/8/2026).

Dokumentasi visual yang diterima media memperlihatkan sedikitnya beberapa bagian badan jalan mengalami retakan memanjang dengan pola yang tidak sama. Pada salah satu bagian, retakan terlihat menerus dari permukaan hingga mencapai sisi atau bagian bawah tepi beton. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas konstruksi dan daya tahan jalan terhadap beban serta kondisi tanah di bawahnya.

Sebelumnya, dalam penelusuran awal, pihak pelaksana menyampaikan bahwa mutu beton akan dibuktikan melalui pengujian laboratorium menggunakan benda uji sesuai standar. Pengujian disebut dilakukan pada beberapa tahapan umur beton, termasuk 7, 14, 21 hingga 28 hari. Pihak pelaksana juga mempersilakan media meminta hasil pengujian laboratorium setelah proses pemeriksaan dilakukan.

Dengan munculnya retakan pada usia konstruksi yang masih relatif muda, hasil pengujian laboratorium tersebut menjadi semakin penting untuk diketahui publik. Selain mutu beton, perlu dipastikan pula apakah keretakan berkaitan dengan proses pelaksanaan, kondisi dasar atau tanah pendukung, metode pengecoran, perawatan beton, sambungan konstruksi, beban yang diterima, maupun faktor teknis lainnya.

Proyek tersebut diketahui bersumber dari APBD Kabupaten Kampar Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak Rp190.161.387. Pekerjaan berada di bawah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kampar dengan pelaksana CV Yasmin Group dan masa pelaksanaan selama 90 hari kalender.

Media akan terus menelusuri kondisi proyek tersebut, termasuk meminta dokumen teknis dan hasil uji laboratorium untuk mengetahui apakah pelaksanaan pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak. Konfirmasi kepada Dinas Perkim Kabupaten Kampar dan CV Yasmin Group juga akan dilakukan agar penyebab munculnya keretakan serta kualitas konstruksi dapat dijelaskan secara objektif dan tidak menimbulkan kesimpulan sepihak di tengah masyarakat. (red/kv/tw)

Bersambung...