Dukung Swasembada Pangan 2026, Polsek Siak Hulu Cek Perkembangan 10 Hektar Lahan Jagung Pipil di Desa Pangkalan Baru

Dukung Swasembada Pangan 2026, Polsek Siak Hulu Cek Perkembangan 10 Hektar Lahan Jagung Pipil di Desa Pangkalan Baru

Kanalvisual.com - Siak Hulu - Kampar - Riau | Kepolisian Sektor (Polsek) Siak Hulu melalui jajaran Bhabinkamtibmas terus memperkuat komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan nasional di wilayah hukum Polres Kampar. Langkah nyata ini dibuktikan dengan pelaksanaan kegiatan peninjauan dan pengecekan berkala terhadap progres pertumbuhan komoditas pangan lokal yang dipusatkan di areal perkebunan produktif. Langkah taktis ini diambil guna memastikan seluruh tahapan penanaman berjalan optimal demi tercapainya target swasembada yang berkelanjutan di tingkat desa.

Sebagai bentuk implementasi nyata di lapangan, Bhabinkamtibmas Desa Pangkalan Baru, Aiptu Ady Suryono melaksanakan giat pengecekan langsung ke lokasi hamparan tanaman jagung pipil Kuartal II pada Rabu (29/07/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari realisasi kerja sama strategis antara Polsek Siak Hulu dengan Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (KOPPSA-M). Fokus peninjauan diarahkan ke lahan milik koperasi yang terletak di kawasan Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, dengan titik koordinat presisi 0.374282,101.601344.

Program penanaman jagung pipil Kuartal II tahun anggaran 2026 ini memanfaatkan bentangan lahan produktif yang cukup luas, yakni mencapai 10 hektar. Guna memaksimalkan potensi hasil produksi, pola tanam yang diterapkan oleh para petani setempat adalah sistem monokultur yang berfokus sepenuhnya pada satu komoditas tanaman utama. Seluruh areal ini dikelola secara terpadu oleh Kelompok Tani (Poktan) KOPPSA-M Desa Pangkalan Baru dengan total penggunaan bibit unggul mencapai 160 kilogram, di mana kondisi tanah di area tersebut dinilai sangat subur dan bebas dari potensi ancaman banjir.

Berdasarkan pencatatan linimasa pertanian di lapangan, proses penanaman perdana benih jagung pipil ini telah dimulai sejak tanggal 09 Mei 2026 lalu. Hingga waktu pelaksanaan pengecekan oleh personel kepolisian dilakukan, usia tanaman jagung tersebut tercatat telah memasuki hari ke-64. Jika seluruh proses perawatan berjalan sesuai estimasi teknis, maka komoditas ini diprediksi akan memasuki waktu panen raya pada tanggal 29 Agustus 2026 mendatang, yang diharapkan mampu menyuplai kebutuhan pangan lokal secara signifikan.

Dari hasil pengamatan visual dan pemeriksaan langsung di area perkebunan, tim di lapangan menemukan bahwa para petani telah melakukan langkah penanganan dini untuk mengantisipasi potensi gagal panen. Salah satunya adalah dengan memasang pagar jaring pengaman di sekeliling area lahan jagung pipil Kopsa M guna meminimalisir serta mengantisipasi adanya serangan hama monyet. Langkah preventif ini dinilai sangat efektif untuk melindungi tanaman yang mulai tumbuh besar dari kerusakan fisik akibat satwa liar.

Kendati demikian, petugas juga mencatat adanya beberapa dinamika pertumbuhan vegetatif tanaman di lapangan, di mana tinggi tanaman jagung terpantau belum merata sepenuhnya. Kondisi tersebut terjadi lantaran para petani aktif melakukan penyisipan atau penanaman kembali terhadap benih jagung yang sebelumnya tidak tumbuh sempurna pada fase awal. Akibat dari adanya proses penyisipan susulan ini, perkiraan masa panen raya di lahan seluas 10 hektar tersebut nantinya diproyeksikan akan berlangsung secara bertahap dan tidak serentak.

Guna memacu produktivitas tanaman pasca-penyisipan, para petani di bawah binaan Poktan KOPPSA-M saat ini tengah gencar melakukan pemberian pupuk jenis Urea secara berkala untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman. Selain fokus pada aspek pemupukan kimiawi, para petani lokal juga rutin melakukan pembumbunan tanah di sekitar pangkal batang untuk memperkokoh akar tanaman. Proses perawatan berkala ini juga dibarengi dengan pembersihan gulma serta rumput liar secara manual agar tidak terjadi perebutan nutrisi tanah.

Terkait kendala pertanian yang dihadapi, tim mendapati laporan bahwa sebagian kecil tanaman jagung sempat tumbuh kerdil pada fase awal vegetatif. Fenomena ini diduga kuat disebabkan oleh faktor alam, yakni minimnya curah hujan intensif di wilayah Kecamatan Siak Hulu pada saat mulainya masa penanaman beberapa bulan lalu. Menyikapi kendala iklim tersebut, para petani langsung melakukan upaya perawatan ekstra dan intensif terhadap tanaman yang kerdil agar pertumbuhannya dapat kembali normal mengejar tanaman lainnya.

Di sela-sela kegiatan peninjauan komoditas pertanian tersebut, Bhabinkamtibmas Aiptu Ady Suryono tidak lupa memberikan sejumlah imbauan penting terkait Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Pihaknya menekankan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan strategis untuk mempererat hubungan emosional serta kemitraan antara institusi Polri dengan masyarakat di tingkat akar rumput. Dengan hadirnya polisi di tengah perladangan, diharapkan mampu menyerap langsung aspirasi dan keluhan yang dihadapi oleh para pekerja sektor agraris.

Sebagai penutup dalam arahannya, perwakilan Polsek Siak Hulu tersebut mengingatkan kembali mengenai pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan desa dalam menyukseskan program kerja pemerintah. Sinergi lintas sektoral ini dinilai mutlak diperlukan guna mendukung penuh implementasi program ketahanan pangan nasional demi mewujudkan kemandirian ekonomi. Melalui pemanfaatan lahan produktif yang maksimal seperti ini, diharapkan ketahanan pangan di tingkat desa dapat menjadi fondasi kokoh bagi kedaulatan pangan nasional. (red/kv/tw)