Gambut Kering Membara, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan 3 Hektare Lahan Sawit di Buluh Cina
Kanalvisual.com - Siak Hulu - Kampar - Riau | Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali melanda wilayah hukum Polsek Siak Hulu. Sedikitnya 3 hektare lahan gambut masyarakat yang telah ditanami kelapa sawit hangus terbakar di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar pada Rabu (12/08/2026).
Peristiwa kebakaran hebat ini awalnya terdeteksi melalui monitor Dashboard Lancang Kuning (DLK) sekira pukul 11.30 WIB. Mendapati adanya titik panas (hotspot) yang membara, Kapolsek Siak Hulu, Kompol Deni Afrial, S.Pi., M.H., langsung bergerak cepat mengambil tindakan taktis.
Kompol Deni Afrial menginstruksikan Piket Pawas bersama belasan personel untuk segera meluncur ke lokasi kejadian perkara (TKP). Langkah sigap ini diambil guna mengantisipasi perluasan dampak kebakaran serta memutus mata rantai sebaran api di area gambut yang rawan meluas.
Piket Pawas Polsek Siak Hulu, Iptu Arif Chaniago, bersama 15 personel kepolisian tiba di lokasi sekira pukul 12.15 WIB. Saat rombongan tiba, kondisi kobaran api di atas lahan gambut tersebut terpantau sedang menyala hebat dan mengeluarkan asap tebal yang membubung tinggi.
"Begitu menerima laporan dari Dashboard Lancang Kuning, tim langsung kami kerahkan ke titik koordinat kebakaran untuk melakukan lokalisir. Kondisi lahan merupakan tanah gambut kering berselimut sawit sehingga api sangat cepat menjalar," ujar Kapolsek Siak Hulu, Kompol Deni Afrial, S.Pi., M.H.
Guna menjinakkan amukan si jago merah, Polsek Siak Hulu menggandeng unsur TNI sebanyak 5 personel dan 8 petugas Manggala Agni. Sinergi di lapangan ini juga diperkuat oleh keterlibatan 4 karyawan PT Agro Abadi, 4 karyawan PT Sundari, serta 5 orang warga masyarakat tempatan.
Tim gabungan berjibaku menyisir area terbakar dengan mengandalkan alat pemadam yang dibawa menggunakan 3 unit kendaraan roda empat. Petugas memaksimalkan pengoperasian 3 unit mesin pompa air Ministrek serta 3 unit selang Noozel untuk menyemprotkan air ke sarang api.
Upaya pemadaman ini sempat menemui kendala berat akibat terbatasnya ketersediaan sumber air di sekitar lokasi lahan gambut yang terbakar. Kendati tidak ada dukungan unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) maupun helikopter bom air (water bombing), tim tetap gigih menyemprotkan air ke titik terdalam.
Hingga pukul 15.00 WIB, seluruh personel gabungan dilaporkan masih bertahan di lokasi untuk melakukan proses pendinginan (cooling down). Petugas terus menjaga ketat areal yang telah hangus terbakar guna mengantisipasi munculnya bara api baru dari dalam lapisan tanah gambut.
Hingga berita ini diturunkan, status kepemilikan lahan serta aktor utama pelaku pembakaran sepihak tersebut masih dalam proses penyelidikan (Lidik) intensif Polsek Siak Hulu. Pihak kepolisian juga gencar berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat untuk mengusut tuntas penyebab utama kebakaran ini. (red/kv/tw)


