Koalisi Masyarakat Sipil Lampung - Pati Bersatu Gelar Aksi Besar di Jakarta, Tuntut Pengesahan RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Bagi Koruptor
Kanalvisual.com - Jakarta - Hari ini, Rabu, 26 Agustus 2026, Gedung DPR/MPR RI di Jakarta menjadi saksi bisu sejarah penyatuan kekuatan masyarakat sipil dari berbagai daerah. Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Aliansi Jurnalis Persada (AJP) Lampung secara resmi mendeklarasikan koalisi dan menggelar aksi unjuk rasa berskala nasional. Aksi ini menuntut dua agenda prioritas utama: segera disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi.

Pantauan di lokasi sekira pukul 10.00 WIB, ratusan massa aksi telah memadati area depan gerbang utama parlemen. Sugeng Purnomo, Ketua DPC AJP Lampung, berdiri berdampingan dengan pimpinan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, memimpin komando orasi. "Ini adalah gerakan moral lintas profesi dan kedaerahan. Kami, jurnalis dan masyarakat, bersatu karena melihat korupsi telah meruntuhkan sendi-sendi bangsa. Tidak ada lagi kompromi, RUU Perampasan Aset harus disahkan, dan koruptor kelas kakap layak dihukum mati," tegas Sugeng dalam orasinya.
Massa aksi yang hadir menunjukkan semangat militansi tinggi. Terlihat dari berbagai elemen masyarakat yang berbaur, mengenakan atribut khas daerah dan organisasi. Spanduk-spanduk bertuliskan tuntutan tegas, seperti "SAHKAN RUU PERAMPASAN ASET" dan "HUKUM MATI KORUPTOR TANPA SYARAT", terbentang sepanjang pagar beton pembatas jalan. Bendera Merah Putih dan panji-panji organisasi dikibarkan, memompa semangat para demonstran. Aksi ini juga mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang berjaga di balik barikade.
Kehadiran bus pariwisata yang terparkir di pinggir jalan menandakan mobilisasi massa yang signifikan dari berbagai wilayah, khususnya dari Pati, Jawa Tengah, dan Lampung. Di tengah teriknya matahari siang, massa tetap bertahan, bergantian menyuarakan aspirasi melalui pengeras suara. Beberapa orator bergantian naik ke atas mobil komando, menyampaikan kajian dan argumen mendesak mengapa dua tuntutan tersebut merupakan keniscayaan bagi masa depan Indonesia yang bersih dan berkeadilan.
Hingga berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa masih berlangsung dengan tertib dan damai, namun dengan tensi tuntutan yang kuat. Pihak koalisi menegaskan, aksi hari ini hanyalah permulaan. Jika tuntutan mereka tidak diindahkan oleh para pemangku kebijakan di Senayan, mereka berjanji akan melakukan konsolidasi massa yang lebih besar lagi dalam waktu dekat. Aksi ini mengirimkan pesan jelas bahwa publik tidak akan lagi mentolerir praktik korupsi dan menuntut tindakan nyata dari negara. (Adung).


