Praktik BMR Kelas VI C SDN 019 Pandau Jaya: Lima Kelompok Sajikan Kuliner Melayu Riau dari Olahan Ikan hingga Mie Sagu

Praktik BMR Kelas VI C SDN 019 Pandau Jaya: Lima Kelompok Sajikan Kuliner Melayu Riau dari Olahan Ikan hingga Mie Sagu

kanalvisual.com - Siak Hulu - Kampar - Riau | Suasana SDN 019 Pandau Jaya berubah menjadi dapur budaya yang semarak pada Rabu, 13 Mei 2026. Siswa-siswi Kelas VI C di bawah bimbingan guru kelas Echy Idrias, S.Pd., melaksanakan praktik memasak dalam rangka mata pelajaran Budaya Melayu Riau (BMR) dengan menghadirkan aneka kuliner tradisional Melayu Riau yang otentik dan menggugah selera. Kegiatan yang didukung penuh oleh kepala sekolah Suriady, S.Pd., M.Si., beserta para orang tua siswa ini menjadi momen berharga dalam menanamkan kecintaan terhadap kekayaan kuliner dan budaya lokal kepada generasi muda sejak dini.

Lima kelompok siswa masing-masing menyajikan menu utama yang berbeda-beda namun sama-sama mencerminkan kekayaan cita rasa masakan Melayu Riau yang khas. Kelompok 1 menyajikan ikan salai goreng dengan kentang — perpaduan ikan asap khas Riau dengan lauk pendamping yang sederhana namun lezat. Kelompok 2 hadir dengan sajian ikan salai gulai pucuk ubi dan telur — sebuah kombinasi yang sangat identik dengan dapur tradisional Melayu yang kaya rempah. Kelompok 3 memilih menyajikan pais ikan — masakan ikan yang dibungkus daun pisang dan dipanggang hingga harum, yang dalam foto terlihat tersaji rapi di atas alas daun hijau dengan hiasan cabai dan tomat segar.

Kelompok 4 tidak kalah memukau dengan sajian asam padeh patin bercampur pare — hidangan ikan patin khas Riau dalam kuah asam merah yang pekat dan kaya bumbu, disajikan dalam baki emas yang menawan. Sementara Kelompok 5 memilih mie sagu sebagai menu utama — sajian mi yang terbuat dari tepung sagu yang merupakan salah satu produk pangan unggulan khas Riau. Seluruh meja sajian diperkaya dengan beragam kudapan dan buah-buahan lokal seperti pisang, salak, jeruk, aneka kue tradisional berbahan pandan, lemang daun, serta minuman segar — menggambarkan kelimpahan dan keberagaman hasil bumi Riau yang luar biasa.

Guru kelas Echy Idrias, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh orang tua siswa yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan perhatian untuk mendukung terselenggaranya praktik BMR ini. Keterlibatan aktif orang tua dalam kegiatan belajar anak-anak mereka dinilai sebagai komponen yang tidak tergantikan dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan. "Terima kasih yang tak terhingga saya sampaikan kepada bunda-bunda yang telah membantu dan mendukung acara praktik BMR anak-anak kita. Semoga lelah ayah dan bunda menjadi lillah," ungkap Echy Idrias dengan penuh ketulusan.

Kepala Sekolah SDN 019 Pandau Jaya, Suriady, S.Pd., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan praktik BMR yang berlangsung meriah dan bermakna ini. Menurutnya, pembelajaran Budaya Melayu Riau melalui praktik langsung seperti memasak kuliner tradisional adalah metode yang paling efektif dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada siswa — karena pengalaman yang dialami secara langsung akan jauh lebih membekas dibandingkan sekadar teori di dalam kelas. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang resep dan cara memasak, tetapi juga belajar tentang kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, serta kebanggaan terhadap warisan budaya leluhur yang kaya dan bermartabat.

Praktik BMR Kelas VI C SDN 019 Pandau Jaya ini menjadi cerminan nyata bahwa pendidikan budaya yang hidup dan kontekstual mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap identitas lokal di tengah derasnya arus globalisasi yang kerap menggerus nilai-nilai tradisional. Ketika tangan-tangan kecil siswa kelas VI itu sibuk memasak pais ikan, menyendok gulai pucuk ubi, atau menata mie sagu di meja sajian — sesungguhnya mereka sedang melakukan sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar praktik memasak. Mereka sedang merawat dan mewariskan kekayaan budaya Melayu Riau kepada generasi berikutnya dengan cara yang paling menyentuh hati. (red/kv/tw)