PT San Xiong Steel Diduga Lebur Besi Rel Kereta Api

PT San Xiong Steel Diduga Lebur Besi Rel Kereta Api

Kanalvisual.com - Lampung Selatan - PT San Xiong Steel Indonesia yang berada di jalan Lintas Kalianda Desa Tarahan, Kecamatan Ketibung, Kabupaten Lampung Selatan, terancam kena sanksi hukum, karena diduga telah melakukan peleburan besi yang berasal dari Rel Kereta Api.

Hal tersebut diduga kuat melanggar hukum, karena besi rel kereta api merupakan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sejatinya tidak pernah diperjual belikan.

Perusahaan pendaur ulang besi baja itu diduga kuat mengabaikan pasal pidana terkait menerima barang yang diduga hasil tindak kejahatan. 

Oleh sebab itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pembinaan Rakyat Lampung (PRL) yang telah memiliki bukti petunjuk dugaan tindak pidana atas peleburan yang diduga besi rel kereta api, akan membuat laporan ke Aparat Penegak Hukum (APH). Sabtu (23/03/2024).

Ketua Tim Investigasi LSM PRL, Julio dalam siaran persnya mengatakan, menurut informasi yang didapat dari salah seorang Karyawan PT. San Xiong Steel Indonesia, besi rel kereta api yang masih berlogo, dilebur oleh Karyawan PT San Xiong Steel.

"Batangan besi rel kereta api masih utuh, berlogo dan masih layak digunakan, dilebur," kata Julio, mengutip pernyataan Narasumber yang tak bersedia namanya dicantumkan. 

Hal inilah yang menjadi perhatia LSM PRL. 

"Sangat memprihatinkan, bagaimana caranya barang aset negara bisa berada di peleburan besi?," tanya Julio. 

Disamping itu, ungkap Julio, barang-barang Aset Negara dengan mudah diperjual belikan secara ilegal, dapat berpotensi besar merugikan negara.

"Bila terbukti bahwa besi rel kereta api diperoleh dengan cara melanggar hukum, jelas melanggar Pasal 480 KUHP, dimana dinyatakan bahwa melakukan perbuatan-perbuatan tertentu yang diantaranya adalah menjual dan membeli terhadap barang yang diketahui atau patut diduga berasal dari tindak pidana dikategorikan sebagai kejahatan penadahan yang diancam dengan pidana empat tahun penjara," pungkasnya. (Red/Rls).

Hingga berita ini ditayangkan, redaksi media ini masih berusaha meminta konfirmasi ke pihak PT. San Xiong Steel Indonesia.