Bak Ditelan Bumi, Usai Diberitakan Terkait Penggunaan ADD, Kakon Singosari Sulit Ditemui
Kanalvisual.com -Tanggamus, Lampung -Setelah ramai diberitakan beberapa waktu lalu, oleh sejumlah media online di Tanggamus terkait dugaan Penyimpangan Pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) dari tahun 2016, Oknum Kepala Pekon (Kakon), Sigit Pajriyanto Isnaini, S.Pd, Menghilang entah ke mana, Senin (03/07/2023).
Menghilang tanpa kabar, paca dirinya dimuat dalam pemberitaan terkait dugaan penyelewengan ADD sejak menjabat sebagai Kepala Pekon (desa) dari tahun 2016 lalu, Kakon Singosari mencerminkan prilaku tidak baik kepada warganya.
Alih-alih memberikan klarifikasi terkait ramainya pemberitaan tersebut, Oknum Kakon setempat justru menghilang tanpa kabar. Ditemui di Kantornya, Sigit tidak berada di lokasi, diketahui dari Warga sekitar, Kakon Singosari tersebut, beberapa hari belakangan ini tidak terpantau di rumahnya.
"Iya Bang beberapa hari belakangan ini Pak Kakon tidak kelihatan di rumahnya Bang, setelah kejadian itu (diberitakan). biasanya keliatan terus Dia kalo ada di rumahnya," jelas salah seorang warga.
Setelah ke Kantor Pekon, lalu kemudian beralih kerumahnya, Kakon tidak berada di lokasi, pada saat itu Awak Media pun langsung bertolak ke kediaman Ketua Badan Himpun Pekon (BHP) guna kembali mengkonfirmasi perihal perjalanan realisasi ADD di pekon tersebut.
Pada tahun 2017 silam, Kakon pernah menganggarkan dana untuk Pembentukan BUM Desa dengan Nilai Rp.80.000.000, di mana uang tersebut dikhususkan untuk dana simpan pinjam ke Masyarakat sekitar.
Pada pengelolaannya, dana tersebut mengalami masalah, sehingga di tahun berikutnya 2019 kembali dianggarkan dengan nilai Rp.37.000.000., sedangkan faktanya dana tersebut hingga sekarang tidak jelas keberadaannya.
Ketika masyarakat hendak menanyakan kepada ketua Bumdes Pekon yang baru, dana itu terkesan ditutupi dan berdalih bahwa uangnya tidak untuk disimpan pinjamkan lagi melainkan sedang difikirkan untuk langkah ke depan tentang pengelolaannya.
Masyarakat menduga uang tersebut juga sudah tidaka ada di Ketua Bumdes yang baru, alias disalahgunakan, sebab ketika ditanyakan warga selalu mendapatkan jawaban yang tidak jelas dari Pengurusnya.
Dikesempatan itu awak media menanyakan kepada Ketua BHP terkait Kakon yang pernah menganggarkan dana di tahun 2018 lalu untuk Karang Taruna Pekon senilai Rp. 21.400.000.
"Kalo dulu itu dikasihnya cuma Rp. 500.000 per-dusun Bang seingat Saya, sedangkan Pekon Singosari ini ada 6 dusun jadi cuma Rp. 3.000.000, sisanya iuran masyarakat," jelas Ketua BHP
Kemudian di tahun 2019 Kakon juga menganggarkan dana untuk Peringatan HUT RI dengan nilai Rp. 12 juta, sedangkan menurut ketua BHP uang yang diberikan Kakon melalui Karang taruna hanya Rp. 1.500.000, itupun yang Rp. 500.000l dari sumbangan Warga.
Selain beberapa permasalahan yang disinyalir mengalami penyimpangan, masih banyak lagi kegiatan yang diduga kuat dijadikan lahan Korupsi oleh Oknum Kakon setempat, diantaranya seperti Tahun 2018 Kepala Pekon menganggarkan untuk pengadaan sarana dan prasarana PAUD yang nilainya sangat fantastis, yaitu mencapai Rp. 72 juta rupiah, sementara menurut warga sekitar kegiatan tersebut tidak ada. (Oscar).


