Dari Desa Terpencil Menuju Desa Wisata: Potret Perjuangan Wonorejo di Bawah Kepemimpinan Sularno
Di lereng Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, terdapat sebuah desa yang dulu kerap dicap sebagai “desa tertinggal”. Desa Wonorejo, begitu namanya, berada di jalur terpencil dengan akses jalan yang tidak mudah. Warga terbiasa hidup dengan keterbatasan, mulai dari fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga sarana ekonomi. Namun, keterpencilan itu justru melahirkan keteguhan warga dalam merawat alam dan budaya.

Salah satu warisan budaya yang hingga kini masih lestari adalah tradisi Kirim Kali. Setiap tahun, warga berkumpul di tepian sungai untuk menggelar ritual sedekah. Mereka membawa sesaji, doa, dan harapan agar alam tetap memberi berkah kehidupan. Tradisi ini bukan sekadar ritual, melainkan bentuk kesadaran kolektif warga akan pentingnya menjaga kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan.

Kesadaran menjaga tradisi itu kemudian berkembang menjadi semangat mengangkat potensi desa. Dalam beberapa tahun terakhir, warga bersama pemerintah desa berinisiatif mengembangkan Desa Wisata Wonorejo Elok. Potensi lokal seperti pertanian organik, seni budaya, dan keindahan alam pegunungan mulai diperkenalkan ke masyarakat luas. Wisatawan yang datang bisa merasakan suasana pedesaan yang tenang, menikmati pemandangan, hingga belajar dari kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.

Di balik geliat itu, ada sosok Kepala Desa Wonorejo, Sularno, yang menjadi penggerak utama. Ia memahami bahwa predikat “desa tertinggal” tidak boleh menjadi beban abadi bagi warganya. Dengan menggandeng masyarakat, Sularno mendorong lahirnya inovasi berbasis komunitas. Warga diajak untuk tidak sekadar menjaga tradisi, tetapi juga mengolahnya menjadi daya tarik wisata.
“Wonorejo harus dikenal bukan karena keterpencilannya, melainkan karena keunikannya,” begitu pesan yang kerap ia sampaikan dalam berbagai kesempatan.

Upaya itu pelan namun pasti mulai berbuah. Desa yang dulu hanya terdengar di telinga warga sekitar, kini dikenal lebih luas sebagai desa yang kaya budaya dan memiliki identitas wisata. Wonorejo menjadi contoh bahwa desa terpencil pun bisa bangkit dengan mengandalkan kekuatan warganya sendiri, dipimpin seorang kepala desa yang mau bergerak bersama rakyatnya.
Wahyudi - Kabiro Solo Raya


