Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Bagi Balita Stunting di Pekon Tugu Mulya
Kanalvisual.com - Lampung Barat - Pemerintah Pekon Tugu Mulya, Kecamatan Kebun Tebu, bertempat di Aula Kantor Balai Pekon Tugu Mulya sebanyak 16 balita yang terindikasi stunting mengikuti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang akan berlangsung selama 90 hari. Harapan dari Pemerintah Pekon Tugu Mulya, dengan adanya program PMT ini yaitu adanya peningkatan gizi dan secara fisik khususnya pertumbuhan tinggi badan, Selasa (14/05/2024).
Dalam penyelenggaraan percepatan penurunan stunting, Kader Posyandu Pekon Tugu Mulya melakukan pemantauan terhadap anak hingga umur balita dan memastikan mendapatkan asi ekslusif, imunisasi lengkap, Vitamin, Makanan Tambahan setelah umur lebih 6 bulan serta mengikutsertakan dan mendampingi tumbuh kembang anak secara optimal.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah kegiatan pemberian makanan untuk bayi dan balita guna melengkapi kebutuhan gizi anak agar mencapai berat badan sesuai usianya. Pemberian Makanan Tambahan ini menggencarkan asupan protein hewani untuk mencegah stunting tersebut.
Hadir dalam acara, Pj. Peratin Pekon Tugu Mulya, Distomi, SP, Camat Kebun Tebu, Ernawati, S.E, Bidan Desa, Siti Julaeha, Str, Keb, dan para Ibu-ibu.
Pj. Peratin Pekon Tugu Mulya, Distomi, SP mengatakan, bantuan PMT itu sebagai wujud kepedulian pemerintah Pekon Tugu Mulya dalam membantu pemenuhan dan keseimbangan gizi balita, sehingga dapat mencegah adanya masalah stunting pada balita.
“Hari ini kita berikan bantuan PMT untuk 16 balita yang ada di Pekon Tugu Mulya sebagai wujud kepedulian kami terhadap masalah stunting pada balita. Jangan sampai di Pekon Tugu Mulya ada balita yang mengalami stunting,” kata Distomi.
Ernawati dalam kesempatannya menambahkan, dengan diberikannya makanan tambahan kepada anak-anak, diharapkan akan ada peningkatan gizi kepada mereka.
“Kita memberikan makanan berupa susu, biskuit, kacang ijo, tempe, tahu, telor, daging ayam, sereal dan lainnya pada anak balita untuk memenuhi gizi anak,” tambahnya.
Sementara itu kader stunting, Siti Julaeha berharap, dengan diberikannya bantuan ini, angka stanting di Kabupatan Lampung Barat khususnya di Pekon Tugu Mulya, Kecamatan Kebun Tebu .
“Masalah stunting pada balita secara langsung disebabkan oleh asupan gizi yang kurang mencukupi. Oleh sebab itu, kami bersama dengan pemerintah pekon, membantu mencukupi kebutuhan gizi warga, khususnya balita.
Siti Julaeha mengatakan, makanan tambahan untuk balita itu dapat diberikan sekali dalam satu hari selama 90 hari berturut-turut atau 3 bulan.
"Mencegah stunting itu penting. Karena masalah gizi kurang merupakan salah satu faktor penyebab kematian bayi,” tutupnya. (Adung).


