Dugaan Peredaran Narkotika di THM H2O/O2 Rokan Hilir Jadi Sorotan Publik
Kanalvisual.com - Bagan Sinembah - Rokan Hilir - Riau | Dugaan aktivitas peredaran gelap narkotika di sebuah Tempat Hiburan Malam (THM) yang dikenal dengan sebutan H2O atau O2 di Kabupaten Rokan Hilir kembali memicu keresahan publik. Sejumlah warga mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk melakukan penyelidikan menyeluruh guna membongkar jaringan tersebut hingga ke akarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim investigasi dari salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, tempat hiburan tersebut disinyalir menyediakan sekitar 10 ruangan (room) karaoke khusus. Fasilitas tersebut juga dilengkapi dengan area aula (hall) utama pada lantai bawah yang diduga kerap dijadikan titik berkumpulnya para pengunjung.
Lokasi penyedia hiburan malam itu terindikasi kuat menjadi tempat strategis untuk melancarkan transaksi barang haram secara bebas. Manajemen THM tersebut sebelumnya dikelola oleh seorang manajer berinisial M alias Hendra Marzuki alias Ombud. Terduga pengelola ini dikabarkan telah berhasil diringkus oleh jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau.
Meskipun pucuk pimpinan manajemen atau manajer tempat hiburan tersebut telah ditangkap, hal itu diduga belum memutus mata rantai bisnis ilegal di sana. Berbagai informasi dari lapangan mengindikasikan bahwa jaringan kelompok tersebut masih bergerak aktif. Aktivitas peredaran gelap barang haram itu disinyalir masih kerap terjadi di lokasi yang sama.
Komoditas narkotika yang diduga marak beredar di THM tersebut terdiri dari berbagai macam jenis pil ekstasi atau inek dengan beragam merek serta bentuk. Beberapa jenis pasokan yang teridentifikasi di antaranya varian berbentuk boneka 'Labubu' berwarna biru dan hijau, bentuk 'Granat' dengan tiga variasi warna yakni ungu dan kuning.
Selain kedua jenis tersebut, dijumpai pula inek bermerek logo aplikasi 'WhatsApp' berwarna hijau, hingga pil berbentuk karakter kartun 'Kepala Mario' berwarna kuning. Masuknya berbagai bentuk pil terlarang dengan kemasan menarik ini dinilai sengaja dirancang untuk mengelabui petugas sekaligus menarik minat para penikmat hiburan malam.
Lancarnya operasional bisnis haram di tempat tersebut juga menimbulkan spekulasi miring di tengah masyarakat terkait adanya sokongan dari oknum tertentu. Muncul dugaan indikasi adanya keterlibatan atau tindakan membentengi (bekingan) dari oknum aparat berinisial AW dan FM. Kedua oknum tersebut diduga merupakan oknum personel yang berdinas di Polres Rokan Hilir.
Saat tim investigasi awak media melakukan konfirmasi terpisah kepada pihak Polda Riau mengenai status penangkapan manajer berinisial M alias Ombud, pihak kepolisian membenarkan adanya tindakan penegakan hukum tersebut. Namun, pihak kepolisian masih mendalami keterkaitan jaringan meluas lainnya yang belum terungkap ke permukaan.
Maraknya isu miring ini diakui berdampak pada fluktuasi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap profesionalisme kinerja aparat penegakan hukum di wilayah hukum Kabupaten Rokan Hilir. Publik mendesak adanya transparansi dan tindakan tegas tanpa pandang bulu terhadap seluruh oknum yang terbukti terlibat dalam lingkaran hitam narkoba.
Hingga berita ini diterbitkan, tim investigasi masih berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada pihak manajemen THM H2O/O2 maupun jajaran Polres Rokan Hilir guna mendapatkan klarifikasi berimbang. Redaksi akan segera memuat hak jawab maupun informasi pembaruan dari otoritas terkait pada pemberitaan selanjutnya. (red/kv/tw)


