Polemik Kebakaran 2 Rumah Wartawan di Sumut, Dibalik Berita Kritis Apa Harus Dihabisi?

Polemik Kebakaran 2 Rumah Wartawan di Sumut, Dibalik Berita Kritis Apa Harus Dihabisi?

Penulis : Jekson, S.H.                                Kepala Biro Rohil Media Kanalvisual.com.

Kanalvisual.com - Rohil, Riau - Rangkaian peristiwa kebakaran 2 rumah Wartawan di Sumut, menggores luka mendalam di dunia Pers. Jika peristiwa kebakaran itu murni keteledoran atau kelalaian Pemilik rumah, itu hal biasa. 

Namun, jika rumah yang ditempati memang sengaja dibakar untuk membungkam pemberitaan, harus sesadis itukah memperlakukan seorang Wartawan? 

Ada hak-hak publik yang bisa digunakan terkait pemberitaan berdasarkan UU Pers.

Setidaknya atas nama Wartawan, Kami berempati dan berbela sungkawa yang sedalam- dalamnya, karena peristiwa yang sama bisa saja terjadi kepada siapa saja, termasuk kepada Kami sebagai wartawan.

Seandainya Pelaku adalah Mafia, haruskah seperti itu mereka memperlakukan, dengan cara sesuka hati menjalankan hukum rimba di negara ini?

Kami berharap asumsi seperti ini tak terbersit dipikiran. Kami, Jurnalis masih menaruh kepercayaan yang tinggi kepada pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus ini.

Seperti peristiwa pembunuhan Wartawan/Pemilik media online Lassernews.com pada Sabtu (19/6/2021) 3 tahun yang lalu di Karang Anyer Simalungun Sumatera Utara yang melibatkan mantan Cawalikot Siantar dan Oknum TNI terkait kasus Narkoba dapat terungkap dan Pelakunya sudah dijatuhi hukuman seumur hidup. 

Akhirnya, diketahui dalam fakta persidangan Korban ditembak mati karena selalu memberitakan sarana hiburan milik Pelaku. Namun sayangnya, terungkap kabar yang belum tentu kebenaranya korban acap kali meminta kompensasi dalam bentuk uang dan narkoba sebagai bargaining dari pemberitaan yang dipublishnya.

Aktifitas jurnalistik yang menjadi Korban di Simalungun merupakan pelanggaran Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan UU Pers No 40 THN 1999, namun haruskah berujung pada pembunuhan? Pihak yang keberatan dapat melakukan hak jawab sesuai amanah UU Pers dan langkah hukum lainnya.

Juga peristiwa kebakaran dua rumah wartawan di Kab. Karo dan Labuhan Batu, andai saja peristiwa ini bukan kelalaian atau murni akibat dibakar, adalah perbuatan yang tak berperikemanusiaan dan sangat keji.

Menurut informasi yang beredar hal ini diakibatkan adanya pemberitaan, seharusnya pihak-pihak yang keberatan dapat mengadukan terkait pemberitaan ke Dewan Pers untuk ditindaklanjuti, bukan dihakimi secara keji.

Sebagai Wartawan, Kami berharap, dua peristiwa kebakaran ini murni kelalaian bukan pembunuhan, agar kami tak punya prasangka buruk sehingga tak lagi berasumsi liar apalagi bersikap Apatis. 

Namun, andai kata peristiwa kebakaran ini adalah rangkaian dari pemberitaan yang telah di publikasi, Kami meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH), segera mengusut tuntas dan mengadili para Pelaku agar Kami juga tegak menjaga marwah profesi. 

Kami yang masih menjalankan tugas sebagai Jurnalistik, butuh kepastian hukum agar tak ragu dalam menjalankan amanah profesi. 

Wartawan adalah profesi mulia, walau terkadang berita yang baik tetap dinanti namun jangan lelah untuk mengkritisi, tak dipungkiri meskipun beresiko untuk dihabisi. Namun tetaplah menyuarakan kebenaran, karena upahmu besar di Sorga.