Siap Sambut TKA, SDN 17 Pekanbaru Gelar Gotong Royong dan Rapat Persiapan Sebelum Asesmen Dimulai
Kanalvisual.com - Pekanbaru - Riau | SDN 17 Pekanbaru menunjukkan kesiapan penuh dalam menyambut pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan menggelar kegiatan gotong royong dan rapat persiapan pada Sabtu, 25 April 2026. Langkah persiapan yang matang ini menjadi cerminan keseriusan sekolah yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Heffy Yani, S.Pd.SD., dalam memastikan pelaksanaan TKA berlangsung tertib, kondusif, dan sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pelaksanaan TKA sendiri dijadwalkan resmi dimulai pada Senin, 27 April 2026.
Sebanyak 114 siswa kelas VI SDN 17 Pekanbaru akan mengikuti TKA yang dibagi ke dalam dua gelombang pelaksanaan. Setiap gelombang terdiri dari empat sesi dengan masing-masing sesi diikuti oleh 15 siswa. Jadwal harian pelaksanaan dirancang dengan tertib dan terukur — sesi pertama dimulai pukul 07.00 WIB dan sesi keempat dijadwalkan selesai pada pukul 15.30 WIB. Pembagian sesi yang rapi ini memastikan setiap siswa mendapatkan ruang dan waktu yang cukup untuk mengerjakan soal dalam kondisi tenang dan fokus tanpa ada penumpukan peserta.

Kepala Sekolah Heffy Yani, S.Pd.SD., menegaskan bahwa kegiatan gotong royong dan rapat persiapan yang digelar dua hari sebelum pelaksanaan merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk tidak memasuki hari H tanpa kesiapan yang terukur. Gotong royong dilakukan untuk memastikan lingkungan sekolah dan ruang pelaksanaan TKA dalam kondisi bersih, rapi, dan nyaman bagi seluruh peserta, sementara rapat persiapan dimanfaatkan untuk memastikan seluruh perangkat teknis — mulai dari proktor, pengawas, hingga operator — memahami dengan baik tugas dan tanggung jawab masing-masing selama pelaksanaan berlangsung. "Persiapan yang baik adalah separuh keberhasilan. Kami ingin memastikan bahwa pada hari H, seluruh siswa bisa fokus mengerjakan soal tanpa terganggu oleh hal-hal teknis yang seharusnya sudah beres jauh sebelum hari pelaksanaan," ujar Heffy Yani.
Ia juga menambahkan bahwa TKA bukan sekadar rutinitas asesmen yang harus dilalui, melainkan momentum penting bagi sekolah untuk mengukur sejauh mana capaian akademik siswa secara objektif dan terstandar. Hasil TKA, menurutnya, akan menjadi bahan evaluasi yang berharga bagi sekolah dalam merancang program pembelajaran yang lebih tepat sasaran ke depannya. "Kami mendorong seluruh siswa untuk mengikuti TKA dengan jujur dan sepenuh kemampuan. Hasil yang objektif jauh lebih bernilai daripada angka yang tidak mencerminkan kemampuan sesungguhnya," tegasnya.

Dalam rangkaian persiapan tersebut, jajaran Ormas LCI turut hadir memberikan perhatian terhadap kesiapan pelaksanaan TKA di SDN 17 Pekanbaru. Ketua Umum LCI, Sunggul Manalu, bersama Sekretaris Umum LCI, Tri Wahyudi, mengapresiasi langkah sekolah yang mengedepankan semangat gotong royong serta kesiapan teknis yang matang sebelum pelaksanaan asesmen. Menurut mereka, persiapan yang terencana dan melibatkan seluruh unsur sekolah menjadi kunci utama dalam menciptakan pelaksanaan TKA yang tertib, nyaman, dan berintegritas.
TKA merupakan asesmen akademik yang diselenggarakan Kemendikdasmen untuk mengukur capaian siswa secara terstandar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika di jenjang SD. Meski bersifat sukarela dan tidak menentukan kelulusan, hasil TKA memiliki nilai strategis sebagai salah satu indikator dalam seleksi penerimaan peserta didik baru di jenjang SMP, sekaligus sebagai instrumen pemetaan mutu pendidikan nasional. Dengan semangat gotong royong yang terbangun sejak hari persiapan, SDN 17 Pekanbaru membuktikan bahwa kesiapan menghadapi TKA bukan hanya soal kemampuan akademik siswa — tetapi juga soal kesiapan seluruh ekosistem sekolah dalam mendukung pelaksanaan asesmen yang berkualitas dan berintegritas.
(Red/kv/tw)


