Kasus SPMB Guru SDN di Siak Hulu Berakhir Damai, L A Kembalikan Seluruh Uang Orang Tua Murid
Kanalvisual.com - Siak Hulu - Kampar - Riau | Kasus dugaan kegagalan penerimaan siswa baru melalui jalur tidak resmi yang melibatkan seorang oknum guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah Kecamatan Siak Hulu akhirnya resmi berakhir damai. Guru yang bersangkutan menunjukkan tanggung jawab penuh dengan menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan bersama pihak para orang tua murid.
Oknum guru yang diketahui berinisial LA tersebut diketahui telah menyelesaikan seluruh kewajiban finansialnya kepada para orang tua murid. Sebelumnya, sejumlah orang tua meminta bantuan jasa dari LA untuk meloloskan anak-anak mereka agar dapat diterima di SMPN 4 Siak Hulu dan SMAN 3 Siak Hulu pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) kemarin.
Namun, dalam pelaksanaannya di lapangan, nasib nahas menimpa para calon murid tersebut karena tidak seluruhnya berhasil masuk ke dua sekolah yang dituju. Kegagalan sistem seleksi tersebut memicu kekecewaan mendalam bagi para orang tua murid yang telanjur menyerahkan sejumlah uang sebagai biaya jasa masuk sekolah.
Merespons kekecewaan dan tuntutan pengembalian dana dari para korban, guru berinisial LA tersebut menunjukkan itikad baiknya sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesi. Dirinya bersedia mengembalikan secara utuh 100 persen uang jasa yang telah diterimanya dari masing-masing orang tua murid pada Rabu (22/07/2026).
Jurnalis media ini yang mencoba melakukan klarifikasi langsung kepada LA telah mendapatkan keterangan resmi dari yang bersangkutan mengenai penyelesaian polemik ini. LA menegaskan bahwa per hari ini, seluruh urusan pengembalian dana telah tuntas diselesaikan sekaligus menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada pihak-pihak terkait.

"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para orang tua karena tidak dapat mengakomodir seluruh calon siswa yang memakai jasa saya pada SPMB tahun ini. Saya juga meminta maaf atas keterlambatan pengembalian dana ini karena adanya kendala teknis tertentu," tutur LA saat dikonfirmasi awak media.
Di lokasi berbeda, salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan identitasnya demi kenyamanan keluarga membenarkan adanya pengembalian dana tersebut. Pihaknya mengapresiasi langkah kooperatif yang ditunjukkan oleh oknum pendidik tersebut meskipun anak mereka pada akhirnya gagal bersekolah di tempat impian.
"Hari ini Ibu LA telah mengembalikan uang kami semua tanpa ada potongan sedikit pun. Kami merasa sangat lega karena uang kami sudah kembali dengan utuh, meskipun anak-anak kami gagal masuk ke sekolah pilihan tersebut," jelas salah satu wali murid dengan nada lega.
Dengan tercapainya kesepakatan damai dan pengembalian aset ini, polemik penawaran jasa masuk sekolah negeri di wilayah Siak Hulu dianggap telah selesai. Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi dunia pendidikan agar proses penerimaan siswa baru ke depan dapat berjalan lebih transparan dan sesuai regulasi. (red/kv/tw)


