Inovatif! SDN 017 Pandau Jaya Rutin Gelar Nobar Film Karakter untuk Bangun Anti Bullying dan Kasih Sayang Sejak Dini
Kanalvisual.com - Siak Hulu - Kampar - Riau | UPT SDN 017 Pandau Jaya menghadirkan program pembelajaran inovatif yang patut menjadi percontohan — nonton bareng (nobar) film bermuatan karakter yang digelar secara rutin dan terjadwal untuk seluruh siswa dari kelas I hingga kelas VI. Program yang telah berjalan sekitar dua bulan sejak usai libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H ini menjadi bukti nyata bahwa pembentukan karakter anak tidak harus selalu berlangsung di dalam suasana kelas yang kaku dan formal.
Program nobar ini bukan sekadar kegiatan menonton film biasa. Setiap sesi yang berlangsung selama 30 menit hingga satu jam pelajaran tersebut dirancang secara terstruktur dan bertujuan, dengan guru kelas yang mendampingi langsung dan memberikan penjelasan mengenai isi serta pesan moral yang terkandung dalam setiap film yang ditayangkan. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap tayangan tidak hanya dinikmati secara visual, tetapi juga dipahami secara mendalam oleh para siswa sehingga nilai-nilai yang disampaikan benar-benar terserap dan terinternalisasi dalam keseharian mereka.
Kepala Sekolah SDN 017 Pandau Jaya, Elvina, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan sekaligus komitmen sekolah dalam menjawab tantangan karakter yang dihadapi generasi muda saat ini. Tema-tema yang diangkat dalam film pilihan mencakup nilai-nilai anti bullying, kasih sayang, empati, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama — nilai-nilai mendasar yang dinilai semakin perlu ditanamkan secara aktif di lingkungan sekolah. "Program ini kami rancang agar anak-anak tidak sekadar menonton, tetapi benar-benar memahami dan menghayati setiap pesan moral yang ada dalam film. Guru kelas hadir langsung untuk menjelaskan dan mendiskusikan isi tayangan bersama siswa," ujar Elvina.

Program pembelajaran berbasis karakter tersebut turut mendapat perhatian dari jajaran Ormas LCI. Ketua Umum LCI, Sunggul Manalu, bersama Sekretaris Umum LCI, Tri Wahyudi, hadir langsung meninjau pelaksanaan kegiatan dan memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan pihak sekolah. Menurut mereka, pendekatan pembelajaran melalui media film seperti ini merupakan langkah efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada anak sejak dini, terutama dalam membangun kesadaran anti bullying dan sikap empati di lingkungan sekolah.
Elvina menambahkan bahwa pelaksanaan program dilakukan secara terjadwal dan bergiliran untuk seluruh jenjang kelas, dari kelas I hingga kelas VI, sehingga setiap siswa mendapatkan porsi yang sama dalam menerima stimulus positif melalui media visual yang lebih dekat dengan dunia anak. Pemilihan film yang ditayangkan pun dilakukan secara selektif oleh tim guru, memastikan setiap konten sesuai dengan usia, tingkat pemahaman, dan kebutuhan karakter siswa di masing-masing jenjang. "Kami memilih film yang benar-benar sesuai untuk anak-anak — yang mengandung pesan tentang kasih sayang, menghargai teman, dan menolak segala bentuk perundungan," tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa respons siswa terhadap program ini sangat positif sejak pertama kali digulirkan. Para siswa tidak hanya antusias menyaksikan tayangan, tetapi juga aktif berdiskusi dan menyampaikan pendapat mereka tentang isi film setelah sesi nobar berlangsung. Interaksi inilah yang kemudian menjadi ruang tumbuhnya kesadaran anak terhadap pentingnya bersikap baik, menghargai perbedaan, dan menolak segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. "Anak-anak jadi lebih terbuka dalam menyampaikan perasaan dan pendapat mereka. Itu yang kami harapkan — mereka tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga cerdas secara emosional dan sosial," ungkap Elvina.
Elvina menegaskan bahwa program nobar karakter ini akan terus dijalankan dan dikembangkan sebagai bagian permanen dari ekosistem pembelajaran di SDN 017 Pandau Jaya. Baginya, investasi terbesar dalam pendidikan bukan hanya pada nilai akademik semata, tetapi pada pembentukan karakter yang kuat sejak usia dini. Di tengah derasnya arus konten digital yang tidak selalu berdampak positif bagi anak, inisiatif ini hadir sebagai benteng nyata — membuktikan bahwa sekolah bisa dan harus menjadi garda pertama dalam membentuk generasi yang berkarakter, berempati, dan bebas dari budaya bullying. (red/kv/tw)


