LPEI Komit Dukung Komoditas Minyak Atsiri Indonesia Tembus Pasar Dunia
Indonesia menguasai pangsa pasar ekspor minyak atsiri sebesar 4,25 persen pada 2021 atau mencapai USD 248,41 juta.
JawaPos.com – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) terus berkomitmen untuk mendukung pelaku usaha di dalam negeri untuk bisa menembus pasar ekspor ke manca negara. Langkah ini salah satunya dilakukan dengan menyalurkan pembiayaan ekspor kepada para eksportir minyak atsiri nasional, termasuk PT Indesso Aroma (Indesso).
Sepanjang 2021, ekspor minyak atsiri Indonesia mencapai USD 248,4 juta, naik 15,09% year on year (yoy) dibanding tahun 2020 yang tercatat USD 215,8 juta. Adapun lima negara tujuan utama ekspor minyak atsiri Indonesia pada 2021 adalah AS (17,67%), India (16,75%), Perancis (12,27%), Spanyol (10,29%) dan Belanda (9,70%).
Berdasarkan data dari International Trade Center nilai ekspor minyak atsiri mencapai USD 5,85 miliar sepanjang 2021. Indonesia menguasai pangsa pasar ekspor sebesar 4,25% pada 2021 atau mencapai USD 248,41 juta. Lima eksportir utama dunia lainnya adalah: India, Amerika Serikat, Prancis, Tiongkok, dan Brazil.
Program pendampingan LPEI untuk para petani minyak atsiri juga dilakukan dalam rangka mengembangkan ragam minyak atsiri yang dapat diekspor sebagai solusi alternatif bagi kesehatan, antara lain: menurunkan stress dan kecemasan, mengurangi sakit kepala, mengatasi kesulitan tidur, mengurangi peradangan akibat gigitan serangga maupun cedera akibat benturan, serta mengatasi masalah kulit.
“Melalui program desa devisa dan pembiayaan program kemitraan LPEI juga akan berkolaborasi untuk meningkatkan kreatifitas serta produktivitas petani dan pemasok minyak atsiri,” terang Riyani Tirtoso, Direktur Eksekutif LPEI.
Skema yang dapat digunakan adalah pembiayaan langsung kepada mitra binaan termasuk supply chain financing, ataupun pembiayaan tidak langsung bekerja sama dengan mitra penyalur (bank, lembaga keuangan bukan bank, atau perusahaan pembina nasabah LPEI).
LPEI berkomitmen akan terus mendorong ekspor minyak atsiri Indonesia dalam jajaran eksportir terbesar dunia melalui layanan Pembiayaan, Jasa Konsultasi dan Penugasan Khusus Ekspor (PKE) yang menyentuh eksosistem ekspor dari hulu hingga ke hilir.
Kegunaan minyak atsiri salah satunya adalah sebagai bahan baku pembuatan aromaterapi. Produk aromaterapi saat ini menjadi populer karena masyarakat mulai mencari cara yang lebih alami untuk meningkatkan dan mempertahankan kondisi kesehatan, terlebih di tengah situasi pandemi yang masih berlangsung.


