Prof. Warsito: Unila Harus Berakar di Lampung, Mandiri, dan Berdampak bagi Negeri

Prof. Warsito: Unila Harus Berakar di Lampung, Mandiri, dan Berdampak bagi Negeri

Kanalvisual.com - Bandar Lampung - Lampung | Guru Besar Fisika Universitas Lampung (Unila) Prof. Warsito, http://S.Si., DEA., Ph.D. menegaskan pentingnya menjadikan Unila sebagai universitas yang berakar kuat di Lampung, mandiri secara kelembagaan, berdampak bagi negeri, dan berjejaring dengan dunia. Visi itu ia sampaikan sebagai bagian dari refleksi kepemimpinan akademik ke depan.

Prof. Warsito menilai kepemimpinan universitas adalah amanah yang harus dijalankan untuk seluruh sivitas akademika, bukan untuk kelompok tertentu. Menurutnya, universitas tidak kekurangan orang pintar. Tantangan terbesar adalah mengorkestrasi kepakaran, sumber daya, aset, jejaring, dan energi institusi menjadi kekuatan bersama.

"Jika amanah itu sampai kepada saya, saya tidak ingin memulainya dengan bertanya program baru apa yang harus segera dibuat. Saya ingin memulai dengan pertanyaan yang lebih mendasar: apa yang sudah dimiliki Unila, apa yang belum bekerja optimal, dan bagaimana seluruh kekuatan itu dapat kita hubungkan untuk menciptakan nilai yang lebih besar," ujar Prof. Warsito.

Ia mengusulkan seratus hari pertama kepemimpinan diisi dengan konsolidasi berbasis data. Langkah yang perlu dilakukan meliputi quick audit terhadap pengalaman belajar mahasiswa, kapasitas laboratorium, layanan digital, riset unggulan, tata kelola, dan sumber pendapatan non-UKT. Tujuannya untuk menghasilkan satu diagnosis, satu peta prioritas, dan satu dashboard transformasi yang dapat dibaca bersama.

Dalam bidang pendidikan, Prof. Warsito menegaskan bisnis utama universitas tetap Tri Dharma. Ia mendorong Unila mengembangkan education-based income generating melalui program internasional, microcredential, pendidikan berkelanjutan, executive education, dan pembelajaran sepanjang hayat. Namun prinsip mutu dan akses tidak boleh ditinggalkan.

"Ukuran keberhasilan pendidikan harus bergeser menuju student success. Kelulusan tepat waktu, kompetensi, employability, kewirausahaan, prestasi, dan mobilitas harus menjadi perhatian yang sama pentingnya," katanya.

Untuk SDM, ia mendorong talent mapping dan academic career acceleration. Mulai dari percepatan doktoralisasi, pendampingan kenaikan jabatan akademik, academic mentoring, postdoctoral exposure, hingga penguatan kompetensi digital tenaga kependidikan.

Di bidang riset, Prof. Warsito ingin menggeser paradigma dari publish-oriented menjadi impact-oriented. Riset harus menghasilkan paten, prototipe, teknologi tepat guna, policy brief, atau rekomendasi kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya. Ia mengusulkan pembentukan research cluster unggulan seperti pangan, pesisir dan ekonomi biru, energi bersih, kesehatan, digitalisasi, dan governance.

"Di sinilah Lampung harus diposisikan bukan sekadar sebagai tempat Unila berada, tetapi sebagai sumber ilmu pengetahuan Unila. Pertanian, pesisir, kelautan, biodiversitas, dan persoalan sosial memberi ruang luas untuk menjadikan Lampung sebagai living laboratory," tegasnya.

Soal kemandirian finansial, Prof. Warsito menekankan pendapatan harus lahir dari nilai akademik. Sumbernya bisa dari education revenue, research and innovation revenue, expertise-based revenue, asset-based academic revenue, partnership revenue, hingga global academic revenue. Prinsipnya: optimalisasi bukan privatisasi dan bukan penjualan aset.

Ia juga menekankan pentingnya tata kelola. "Kemandirian tanpa integritas berbahaya; integritas tanpa kapasitas eksekusi juga tidak cukup," ujarnya. Untuk itu diperlukan transparansi, audit, dashboard kinerja, merit system, dan zona integritas.

Dalam roadmap 2027-2031, tahun 2027 disebut sebagai fase diagnose and consolidate. Tahun 2028 connect and accelerate, 2029 innovate and scale, 2030 internationalize and multiply impact, dan 2031 institutionalize and sustain.

Prof. Warsito berharap warisan kepemimpinan bukan berupa program yang memakai nama pemimpin, tetapi sistem yang tetap bekerja setelah pemimpinnya selesai menjabat. 

"Unila yang kuat akademiknya, sehat organisasinya, unggul SDM-nya, produktif asetnya, mandiri pendanaannya, bersih tata kelolanya, kuat jejaringnya, dan nyata dampaknya. Berakar di Lampung. Berdampak bagi Indonesia. Berjejaring dengan dunia," tutupnya. (red/kv/tw)