SMSI Lampung Soroti MBG: Program Mulia Perlu Kontrol Ketat agar Tepat Sasaran

SMSI Lampung Soroti MBG: Program Mulia Perlu Kontrol Ketat agar Tepat Sasaran

kanalvisual.com  - Bandar Lampung - Lampung | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu agenda nasional pemerintah dalam mendongkrak kualitas gizi anak kini tengah menuai sorotan tajam. Kendati mengusung misi besar, implementasi kebijakan strategis di lapangan ini dinilai masih membutuhkan pengawasan ekstra agar tidak melenceng dari target awal.

Sorotan publik tersebut mencuat menyusul munculnya serangkaian persoalan krusial di beberapa wilayah dalam beberapa waktu terakhir. Berbagai isu miring mulai berkembang, mulai dari adanya laporan dugaan kasus keracunan makanan, variasi menu yang minim, kualitas hidangan yang timpang, hingga problem distribusi porsi.

Menyikapi dinamika tersebut, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Lampung, Donny Irawan, angkat bicara memberikan pandangan kritis. Pihaknya menegaskan bahwa program investasi jangka panjang bagi masa depan generasi bangsa ini wajib dibarengi dengan sistem kontrol yang ketat dan berlapis.

"Program ini memiliki tujuan mulia dan sangat baik untuk meningkatkan kualitas generasi bangsa. Namun, program sebesar ini perlu kontrol yang baik agar sesuai harapan dan cita-cita Presiden," tegas Donny Irawan dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Minggu (17/05/2026).

Menurut Donny, skema evaluasi berkala tidak boleh hanya bertumpu pada instansi pemerintah semata, melainkan wajib mengintegrasikan peran aktif sekolah, wali murid, hingga ahli gizi. Unsur pemenuhan gizi seimbang seperti karbohidrat, protein (seperti telur), sayur, buah, dan susu serta higienitas pengemasan harus dipastikan mutakhir.

Lebih lanjut, SMSI Lampung mendesak adanya transparansi anggaran pengadaan barang serta pelibatan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) maupun petani lokal demi mendongkrak ekonomi daerah. Distribusi program pun dituntut merata hingga menyentuh anak-anak di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Melalui kontrol yang terukur dan penyediaan kanal pengaduan yang responsif, keberhasilan MBG diharapkan tidak sekadar diukur dari gugur kewajiban penyaluran makanan semata. Langkah perbaikan tata kelola yang dilakukan secara masif sejak dini diyakini akan menjadi penentu utama kualitas masa depan anak-anak di Indonesia. (Red/kv/tw)

Sumber : SMSI - Lampung