Warga Resah, Bongkar Muat Kontainer Gudang Mahakam Pasir Putih Semakin Semrawut — DPRD dan Dinas Diminta Turun Lapangan

Warga Resah, Bongkar Muat Kontainer Gudang Mahakam Pasir Putih Semakin Semrawut — DPRD dan Dinas Diminta Turun Lapangan

Kanalvisual.com - Sisk Hulu - Kampar - Riau | Keresahan warga di sekitar Jalan Purwosari, Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, terus memuncak seiring aktivitas bongkar muat kendaraan kontainer milik gudang Mahakam Supermarket Pertanian yang dinilai semakin tidak terkendali. Badan jalan yang seharusnya menjadi ruang bersama bagi seluruh pengguna jalan kini kerap disulap menjadi area parkir dan bongkar muat armada berat secara sepihak, memaksa warga dan pengendara lain berbagi ruang sempit yang penuh risiko setiap harinya.

Sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi gudang mengungkapkan keresahan mereka kepada tim media. Mereka mengeluhkan aktivitas bongkar muat kontainer yang kerap berlangsung pada jam-jam sibuk, termasuk saat waktu antar-jemput sekolah dan jadwal pulang pergi kerja serta aktifitas lainnya.. Ketika kendaraan kontainer berukuran besar berhenti di badan Jalan Purwosari untuk proses bongkar muat, separuh badan jalan pun terblokir, memaksa kendaraan dari dua arah untuk saling mengalah di ruang yang sangat terbatas. "Kami sudah lelah dengan situasi ini. Setiap hari harus was-was lewat sini, apalagi kalau bawa anak sekolah. Kontainernya besar, jalannya sempit — tinggal tunggu kapan terjadi kecelakaan," ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga lain menambahkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama tanpa ada penanganan yang berarti dari pihak berwenang. Tidak ada rambu peringatan, tidak ada petugas pengatur lalu lintas, dan tidak ada tindakan penertiban yang terlihat dari pihak manapun. Padahal Jalan Lintas Timur yang berada di kawasan tersebut termasuk jalur yang cukup padat dilalui kendaraan berat dari berbagai arah, sehingga tambahan gangguan dari aktivitas bongkar muat kontainer di badan jalan dinilai sangat membahayakan keselamatan publik.

Persoalan ini dinilai tidak bisa dibiarkan berlarut tanpa intervensi pihak berwenang. Masyarakat secara tegas mendesak DPRD Kampar Komisi III untuk segera menjadwalkan peninjauan langsung ke lokasi dan memanggil pihak PT Kuansing Mahakam Pertanian untuk memberikan penjelasan atas aktivitas yang dinilai telah merugikan dan membahayakan masyarakat sekitar. Selain DPRD, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Kampar juga diminta segera turun lapangan untuk memverifikasi kepatuhan operasional gudang tersebut terhadap seluruh regulasi yang berlaku — termasuk ketentuan AMDAL dan standar jarak bangunan dari badan jalan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Kuansing Mahakam Pertanian masih belum memberikan respons resmi atas berbagai pertanyaan yang telah diajukan oleh tim media. Manajer yang bersangkutan tidak berada di tempat saat dikunjungi, sementara upaya konfirmasi melalui sambungan telepon kepada Pak Deki selaku pihak yang bertanggung jawab juga tidak membuahkan hasil. Sikap tidak kooperatif ini semakin memperkuat kesan bahwa ada yang tidak beres dalam operasional gudang yang telah lama meresahkan warga tersebut — dan publik kini menunggu langkah nyata dari para pemangku kepentingan untuk menuntaskan persoalan yang sudah terlalu lama dibiarkan. (Red/kv/tw)