Diduga Pungli Sertifikasi dan Berbicara Kasar, Oknum Kepala SDN 011 Simalinyang Dilaporkan ke Publik
kanalvisual.com - Kampar - Riau | Dugaan pungutan liar terhadap dana sertifikasi guru dan perbuatan tidak terpuji dari seorang kepala sekolah kini mencuat ke permukaan di Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar. Seorang anak murid mengaku tidak terima atas perlakuan yang dialami ibundanya, seorang guru di SDN 011 Simalinyang, dan bertekad memviralkan kasus ini demi keadilan.
Sayyid Zakillah Zikri, putra dari Siti Jauhari — guru di SDN 011 Simalinyang — menuturkan bahwa kepala sekolah berinisial F diduga menahan penandatanganan berkas sertifikasi ibundanya selama hampir satu tahun. Akibatnya, dana sertifikasi senilai lebih dari Rp 40 juta belum dapat dicairkan hingga saat ini. Lebih mengejutkan, Zakillah mengklaim terdapat permintaan bagi hasil sejumlah persentase dari dana sertifikasi tersebut sebelum berkas mau ditandatangani.
Tak hanya soal sertifikasi, Zakillah juga membeberkan dugaan perlakuan verbal yang tidak senonoh. Ia mengaku ibundanya pernah disebut dengan kata-kata kasar oleh kepala sekolah berinisial F tersebut, bahkan Siti Jauhari dilaporkan sempat pingsan di lingkungan sekolah akibat tekanan yang dialaminya.
Persoalan lain turut mencuat terkait absensi. Zakillah menyebutkan bahwa izin ibundanya — baik saat berobat ke Malaysia, menghadiri pernikahannya, maupun karena sakit — tidak disetujui oleh kepala sekolah dan justru dicatat sebagai alpa. Tindakan tersebut dinilai merugikan secara administratif dan bertentangan dengan hak-hak dasar tenaga pengajar.
Zakillah juga menyinggung rekam jejak kepala sekolah berinisial F sebelum bertugas di SDN 011 Simalinyang. Menurutnya, yang bersangkutan pernah dinonaktifkan dari jabatan kepala sekolah di SDN 002 Penghidupan karena dinilai tidak berwibawa. Ia pun menantang siapa saja untuk menelusuri informasi tersebut kepada para guru di wilayah Kampar Kiri Tengah.
"Masak iya kepala sekolah ngomong kasar dengan guru-guru SDN 011 Simalinyang," ungkap Zakillah, mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi yang menurutnya sudah melampaui batas kewajaran. Ia menegaskan bahwa sejumlah alat bukti pendukung telah disiapkan dan akan dilampirkan secara bertahap untuk memperkuat laporan ini ke publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepala SDN 011 Simalinyang maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar terkait tuduhan yang disampaikan. Redaksi kanalvisual.com memberikan kesempatan kepada semua pihak yang disebut untuk menyampaikan klarifikasi demi keberimbangan pemberitaan. (Red/KV)


