4 Wartawan Lampung Korban Penembakan di Katibung Lamsel Akan Kirim Surat Terbuka ke Kapolri
Kanalvisual.com - Lampung Selatan, Lewat akun Media Sosial, Herman melapor kepada Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo terkait Laporan Polisi (LP) di Polsek Katibung, Lampung Selatan mengenai kasus penembakan terhadap 4 Wartawan usai meliput di SPBU Sidomulyo. Dimana pada tamggal 27 Juli 2023 penanganannya sudah dilimpahkan ke Polres Lampung Selatan.
Herman menyampaikan keluh kesahnya ke Awak Media terkait LP yang belum menemui titik terang hingga saat ini, sudah berjalan lebih dua bulan.
Kejadiaan yang dilaporkan ke Polsek Katibung Lampung Selatan kini dilimpahkan ke Polres Lampung Selatan itu, terkait penembakan 4 wartawan yang berada di dalam mobil, tiba-tiba ditembak oleh Orang Tak Dikenal (OTK) dari mobil yang sedang melaju dan tidak memiliki plat nomor kendaraan jenis Exspander warna hitam.
Akibat penembakan tersebut, mengakibatkan kerusakan pada mobil jenis Kijang yang ditumpangi ke 4 Wartawan tersebut. Dimana, kaca samping kiri belakang jebol tembus ke kaca pintu tengah kanan dan kaca pintu tengah kanan jebol. Kemudian, kaca depan kanan retak terkena peluru. Kerugian diperkirakan sebesar Rp. 10 juta.
"Kita sudah sampaikan dalam BAP di Polsek Katibung," kata Herman, Rabu (05/10/2023).
Dijelaskan Herman, adapun kronologis kejadian berawal dari adanya laporan Masyarakat yang berada di seputaran SPBU Sidomulyo Lampung Selatan terkait kelangkaan BBM di SPBU tersebut.
"Kalau Siang Solar dan Pertalite kosong, tetapi setelah habis Mahgrib, ada. Namun saat BBM ada, terlihat hanya mobil Kijang, Panther, L300 yang membeli BBM tersebut. Tetapi waktu mengisi, melebihi dari kapasitas Tanki pada umumnya mobil kecil," ujar Herman mengutip laporan masyarakat.
Menindaklanjuti laporan, 4 orang Wartawan tersebut turun ke lapangan (SPBU-red).
Hasil pengamatan di lokasi SPBU, didapati, sebuah mobil mengisi BBM dengan nominal lebih dari Rp. 1 juta, seperti yang tertera di mesin SPBU. Mobil tersebut berulang-ulang mengisi (ngecor) di SPBU tersebut.

"Karena curiga, Kami dari Team Media (Wartawan-red) mengambil dokumentasi, tetapi salah seorang keamanan SPBU yang bernama Rohmansyah, menegur. Ia menyuruh hapus hasil video dan foto hasil liputan di SPBU tersebut. Namun tidak Kami hapus. Lalu Rohmansyah mengatakan kalau mobil Panther itu miliknya, tolong lihat-lihat, Kita sama-sama Lampung," ungkap Herman.
Lanjutnya, saat itu Rohmansyah mengatakan, tolong bantu, jangan diberitakan sembari memberikan amplop putih ke Team Media. Akan tetapi Mereka pulangkan amplop tersebut dan berpesan ingin menemui Pemilik SPBU.
"Besok Kita ketemu dengan pihak SPBU," kata Rohmansyah, menjawab keinginan Team Media.
Keesokan harinya, Minggu (23/07/2023), Rohmansyah menelpon dirinya (Herman-red), menyuruh datang ke SPBU Sidomulyo untuk bertemu dengan Pengawas SPBU, Eko.
"Saya jawab, lagi ada acara di Kantor PAC LLI, Kamu aja kesini. Tetapi Rohmansyah tetap menyuruh datang dengan mengatakan, datang aja Bang ke Pom ditunggu ini, kapan sempetnya kita nunggu di Pom," jelas Herman.
Dikatakan Herman, sore hari usai acara, Mereka berempat berangkat dengan mengendari mobil memenuhi panggilan Rohmansyah. Setiba di SPBU, Rohmansyah menelon dan memberitahu keberadaannya di dalam mobil merah dan mengintruksikan untuk mengikutinya hingga ke bawah Fly Over Sidomulyo. Tak disangka, ada sekitar kurang lebih 25 orang yang diduga teman-teman Rohmansyah sudah menunggu di bawah Fly Over tersebut. Tak lama kemudian, datang seseorang yang mengenakan Peci hitam. Tampak semua yang ada di sana menyalaminya sembari meyebut Ketua.
Kemudian Rohmansyah menjelaskan, "itu Ketua Kami dari Laskar Lampung Indonesia, Lampung Selatan bernama Zaenal".
"Kedatangan Zaenal menjelaskan bahwa, sudah 1 tahun ini SPBU tersebut mereka pegang keamanannya. Kalau memang ada apa-apa jangan dimuat di pemberitaan, nanti timbulnya tidak seenakan sama-sama kita. Nanti Kalian saya ketemukan langsung ke pihak SPBU ini," ujar Herman mengutip pernyataan Zaenal saat itu.
"Kemudian pamit pulang," ucapnya.
Tak lama kemudian, Rohmansyah menyampaikan, "tunggu nanti pihak SPBU akan datang, biar langsung saja ngobrol sama Pengawasnya". Tak lama, Pengawas datang, Rohmansyah mengatakan, ini Pengawas SPBU, Eko.
Usai ngobrol dengan Eko di dalam mobil, disepakati bertemu kembali pukul 21.00 WIB. Akan tetapi, tiba waktunya, nomor WhatsApp Eko tidak aktif. Team Media kembali mendatangi SPBU, Eko pun tak ada. Akhirnya Team Media pulang, kembali ke Bandar Lampung.
"Saat melintas keluar dari Tugu Topeng, arah ke Bandar Lampung di Katibung dekat Polsek Katibung, mobil Kami dipepet oleh mobil yang tidak kami kenal. Kemudian mobil tersebut menyalip, namun berjalan pelan di depan kendaraan yang Kami tumpangi. Saat Kami salip, tepat di kaca belakang kiri, terdengar suar berdentum kuat, rupanya ditembak. Kaca bolong, tembus ke kaca samping pintu kanan. Kemudian ditembak lagi di kaca pintu kanan dan kaca depan. Lalu mobil tersebut tancap gas, sempat mengerem melihat mobil Kami masih jalan. Ketika mobil Kami masuk ke Polsek Katibung, barulah mobil si Penembak melaju kencang,' ungkap Herman.
Herman menyesalkan sampai saat ini belum ada titik terang, masih dalam tahap Penyidikan.
Menurut Herman yang merupakan salah seorang Korban, Penyidik kurang profesional, lamban mengungkap kasus ini. Awalnya, Ipda Yuyut Panca Putra, S.H yang menangani kasus ini (Penyidik), sekarang ditangani oleh Aiptu Sigit Ponco Winarno.
"Sementara, saat ditanya ke Sigit terkait kasus ini, hanya membalas pesan WhatsApp, Ia BG masih kita Lidik terus," kata Herman.
Dikatakannya, Hari ini Kamis (05/110/2023) Pkl. 18.00 WIB, Sigit kembali dihubungi melalui chat WhatsApp, "Maaf pak Sigit gmn perkembangan dan penanganan kasus penembakan kami berempat". Belum ada jawaban dari Penyidik, Sigit.
"Padahal, tujuan Kami selaku Korban meminta kepada Kepolisian Lampung Selatan agar segera manangkap Pelakunya. Kami meminta kepastian hukum. Kalau memang di Polres Lampung Selatan tidak bisa menyelesaikan laporan Kami, tutup saja! Biar Kami ambil langkah selanjutnya," ungkap Herman.
Herman menilai, karena belum adanya titik terang terkait kasus tersebut, Mereka, Korban penembakan akan mengirim surat terbuka kepada Kapolri, berharap akan ada kejelasan hukum setelah ini. (Irpan).
Hingga berita ini ditayangkan, Redaksi masih berusaha mengkonfirmasi ke Management SPBU dan Kapolres Lampung Selatan.


