Dana BOS Diduga Diselewengkan Oleh Oknum Kepsek Sekolah SMP Islam Kebumen

Dana BOS Diduga Diselewengkan Oleh Oknum Kepsek Sekolah SMP Islam Kebumen

Kanalvisual.com - Tanggamus, Lampung - Sejatinya pengucuran anggaran pendidikan dalam hal ini, Bantuan Opasional Sekolah (BOS)  di tiap masing-masing sekolah, untuk membantu sekolah tersebut mencapai terbaiknya kualitas belajar, mengajar di sekolah tersebut. Jumat (27/07/2023) pagi.

Namun, ada banyak sekali Oknum-oknum Kepala Sekolah yang tidak bertanggung jawab seperti contohnya yang diduga terjadi di SMP Islam Kebumen, sekolah yang terletak di Pekon Kebumen, Kecamatan Sumberjo, Kabupaten Tanggamus ini, diduga telah terjadi tindak pidana korupsi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diduga dilakukan Kepala Sekolah berinisial N,H yang kini mencuat.

Dari informasi yang didapat pada saat tahun 2020/2021, sekolah tersebut menganggarkan kegiatan pembalajaran dan ekstrakurikuler sebesar Rp. 30.014.000 untuk tahap 3 tahun 2020, lanjut 2021 tahap 1 RP. 20.747.200. tahap 2 Rp. 28.002.300. tahap 3 Rp. 42.418.000 apabila dikalkulasi mencapai ratusan juta yang diduga dikorupsi Oknum Kepala sekolah berinisial N,H. 

Untuk diketahui, tahun 2020, 2021 indonesia sedang dilanda Virus yang amat sangat mematikan, Covid-19 yang mana pada saat itu keadaan mencekam kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara dan dilakukan secara daring di rumah masing-masing dan itu pun diaminin beberapa warga sekitar sekolah tersebut.

Saat Tim Media melakukan wawancara kepada warga yang enggan disebutkan namanya, menjelaskan, tahun 2020, 2021 tidak ada anak sekolah belajar di sekolah karena Covid-19.

Kepala Sekolah yang berisinial H.N saat ditemui di sekolah mengaku lupa-lupa ingat kegiatan di sekolah.

"Mau nanya BOS ya, Saya lupa, bentar Saya panggilkan operator Saya mas," ujar H.N.

Namun data yang dipaparkan oleh Tim media dibantah oleh Operator saat hadir usai dipanggil H.N

"Mas dapat dari mana datanya ya, Kami tidak ada menganggarkan itu, tidak ada itu," ujarnya berulang kali.

Atas temuan diatas, Warga meminta kepada pihak Inspektorat Tanggamus untuk segera melakukan audit ulang kegiatan tersebut. (Oscar).