Diduga Mark-Up Angaran, Oknum Kepala Kampung Labuhan Jaya, Resmi Dilaporkan ke Inspektorat

Diduga Mark-Up Angaran, Oknum Kepala Kampung Labuhan Jaya, Resmi Dilaporkan ke Inspektorat

Kanalvisual.com - Way Kanan, Lampung - Tim media saat melakukan investasi dibeberapa titik lokasi pembangunan di Kampung Labuhan Jaya, yang di anggarkan Anggaran Dana Desa (ADD) tim menemukan adanya kejanggalan saat di lapangan. Insfrastuktur pembangunan jalan Rabat Beton yang diduga syarat akan ketimpangan/mark up anggaran yang dilakukan oleh Kepala Kampung Labuhan Jaya.

Pembangunan Rabat Beton diduga tidak sesuai spesifikasi, sehingga belum genap satu tahun Rabat Beton tersebut sudah mengalami kerusakan yang signifikan, bukan hanya Rabat Beton yang jadi sorotan publik dan masyarakat. Pembangunan sumur bor pun tak luput jadi sorotan pasalnya sumur bor tersebut tidak berpungsi.

Diduga, Eka Buana Putra selaku Kepala Kampung Labuhan Jaya telah melakukan mark up anggaran untuk meraup keuntungan secara pribadi ataupun golongan, terlihat jelas dari kualitas fisik pembangunan Rabat Beton yang dibangun melalui Anggaran Dana Desa (ADD) yang asal-asalan dengan mengurangi kualitas, padahal sudah jelas pembangunan Rabat Beton tersebut berdasarkan analisa dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah ditentukan.

Penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2023-2025 tidak maksimal. Sehingga pembangunan Dan Desa (DD) 2023-2025 yang dilaksanakan tidak sesuai spesifikasi yang sudah ditentukan. Sehingga tidak dapat dirasakan secara maksimal oleh Warga Kampung Labuhan Jaya. Sehingga hal tersebut tentunya menimbulkan sorotan negatif bagi masyarakat setempat yang merasa dirugikan.

Lanjut Tim media pun menemui beberapa warga setempat untuk dipintain keterangan terkait pembangunan Rabat Beton yang di bangun menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD).

SL saat dikonfirmasi media ini menerangkan, ya sebenernya banyak hal yang di luar ketentuan, seperti sumur bor di depan Kantor Kampung, itu cuma pajangan aja, sebenarnya itu tidak berpungsi , bukan itu saja Kantor Kampung pun selalu terkunci saat jam ngantor bagai mana memberikan pelayanan secara maksimal terhadap masyarakat. Kantor Kampung nya selalu terkunci???, ucapnya.

Lanjut SL, seperti bangunan jalan rabat beton, kami selaku masyarakat merasa kecewa pembangunan rabat beton baru hitungan bulan sudan terkikis lapisannya alias  terkelupas ini sudah jelas diantara komposisi bahan material ada yang di kurangin sehingga menimbulkan kualitas yang bokbrok. tutupnya.

Terkait prihal tesebut diatas, Eka Buana Putra, saat di temui Tim media untuk Konfirmasi, Jawabanya Singkat "SAYA AKAN KORDINASIKAN DULU"  kata Eka.

Merasa belum cukup atas Keterangan Eka. Tim Media pun mengubungi melalui Via WhatsApp untuk melakukan konfirmasi lanjutan manun tidak direspon. Hingga berita ini di terbitkan Eka  tidak memberikan tanggapan sedikitpun.

Supriyadi, sebagai warga kampung yang  merasa dirugikan karena anggaran yang semestinya untuk membangun kampung, Justru diduga kuat di simpangkan, untuk kepetingan pribadi ataupun kelompok, oleh oknum kepala kampung beserta kroninya.

Saya akan  mangambil langkah untuk melaporkan secara resmi, Eka Buana Putra, oknum kepala kampung kepada pihak terkait. Dalam jal ini Inspektorat, Kabupten Way Kanan.

Supriyadi berharap, kepada pihak terkait, Inspektorat agar dapat menindaklanjuti laporan yang disampaikan dan bertindak secara Profesional. Sehingga dapat membrikan sangsi tegas kepada oknum yang diduga kuat telah menyimpangkan Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2023-2025 serta menyalahgunakan wewenang jabatan. (Tim).