GNPK: Peran Darlin Arsyad Selaku K3S Tingkat Kabupaten Cukup Sentral Dibalik Dugaan Tertipunya 46 Kepsek Di Lambar, Atas Perintah Siapa??
Kanalvisual.com - Lampung Barat - Dunia pendidikan diguncang Scandal yang Memalukan,Dugaan penipuan dan suap proyek revitalisasi sekolah yang menimpa 46 kepala sekolah Bak Badai Gelombang Dahsyat yang meluluhlantakkan Citra Dunia Pendidikan Kabupaten Lampung Barat.
Kasus ini sangat menyita perhatian baik masyarakat Lambar maupun secara nasional dengan Dugaan menyeret salah satu nama Pejabat yaitu Nukman, Selaku Sekda Kabupaten Lampung Barat.
Di Lansir Dari pemberitaan beberapa media baik online maupun cetak,Peristiwa itu sendiri terjadi bermula dari di perkenalkannya seseorang bernama yusuf alias jack yang mengaku dari kementrian pendidikan pusat dan bisa mengurus untuk mendapatkan proyek revitalisasi dengan catatan memberikan imbalan 1% dari pagu nilai proyek yang kepada Sekertaris Daerah(Sekda) Lambar lalu diteruskan kepada Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah(K3S) Darlin Arsyad.
Menurut Ormas GN-PK Lampung Barat Melalui Bidang Humasnya IWAN, Ada dugaan peran sentral itu pada 2 sosok yaitu Sekda Lambar (Nukman) dan Darlin Arsyad.
"Dari temuan ormas GN-PK Lampung barat kami menemukan peran serta Nukman dalam menjembatani komunikasi antara saudara JACK Alias YUSUF dengan DARLIN dan Dalam perjalanannya sendiri Ketua K3S Darlin Arsyad yang menyampaikan Kepada Kepala Sekolah lainnya terkait Program tersebut Untuk mengumpulkan data data sebagai referensi pengajuan proyek revitalisasi dan dipilihlah 48 Kepala Sekolah" tuturnya.
"Kepala Sekolah yang terpilih lalu di kumpulkan dalam wadah sebuah whatsapp grub untuk mempermudah komunikasi dan didalam grub itu sendiri selain 48 kepsek juga terdapat JACK Alias YUSUF, Sekda Lampung Barat,Juga ada Lasnawati yg kami duga perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung "
Masih keterangan Iwan "Disini peran Darlin Arsyad Perlu menjadi perhatian karna tampak aktif dalam mengatur baik pembentukan grub maupun penyampaian terkait hal setoran senilai 1% dari pagu kepada para kepala sekolah dengan menghubungi para kepala sekolah melalui chat whatsapp untuk penagihan fee dalam memuluskan proyek revitalisasi yang akan didapatkan"
Terungkap juga dari temuan Ormas GN-PK, Darlin Arsyad Diduga melakukan permintaan uang lainnya dengan nilai mencapai 5-8 juta perkepala sekolah diluar yang untuk di setorkan ke Jack alias Yusuf.
Permintaan tersebut dilakukan dengan dalih untuk lebih memuluskan langkah untuk mendapatkan proyek revitalisasi itu dengan rincian sebagai :
1.ke rekening pribadi Darlin Arsyad senilai 3.500.000.
2. Ke rekening atas nama Tambat Nasir senilai 2.000.000.
3. Kerekening Pribadi Darlin Arsyad 1.000.000 dengan dalih untuk ongkos pesawat.
4.ke Rekening Kinasti Puji Sagita 2.000.000 untuk pendataan dapodik.
5.ke Rekening Siti Masita 2.500.000 untuk pendataan data dapodik.
Menututp Pembicaraan Iwan Mengatakan "Ormas GN-PK Lambar dalam hal untuk mengurai benang merah kasus ini melakukan pelaporan ke Polda Lampung dan terlapornya Darlin Arsyad, Supaya terungkap kemana aliran dana yang dipinta kedua kalinya oleh Darlin Tadi Mengalir, Dan Ormas GN-PK Akan Konsisten Mengawal Pelaporan ini Sampai Tuntas". (Adung).
Sumber Rilis : Ormas GNPK Lambar Bersambung


