Korban Pengeroyokan Puluhan OTK Duga Penyidik Polres Kuansing Tak Profesional

Korban Pengeroyokan Puluhan OTK Duga Penyidik Polres Kuansing Tak Profesional

Kanalvisual.com - Kuansing, Riau - 4 Orang Anggota Grib Jaya DPC Kota Pekanbaru yang menjadi Korban pengeroyokan, didampingi  Pengurus lainnya, menyambangi Polres Kuantan Singingi (Kuansing), pada Senin (21/04/2025) siang.

Adapun kedatangan para Korban untuk dimintai keterangan tambahan dan dikonfontir dengan terduga Pelaku.

Namun, para Korban sangat kecewa dengan kinerja Penyidik. Pasalnya, hanya 1 orang terduga Pelaku inisial (P) yang dikonfontir, sementara keterangan dari pihak Penyidik, bahwa mereka telah menangkap dan menahan 3 orang terduga Pelaku.

"Masa sih hanya 1 orang yang dikonfontir. Sementara kata mereka sudah 3 orang yang ditangkap dan ditahan," ujar salah seorang Korban, Dahrun Bulkaini Harahap kepada Awak Media usai diperiksa, Senin (21/04/2024)

"Dari rekaman video yang telah kami serahkan, ada sekitar 30 orang yang mengeroyok kami. Terlihat jelas wajahnya. Kenapa tak ditangkap, ada apa?" tanya Dahrun.

Bahkan, kata Dahrun, ada beberapa ucapan dari para terduga Pelaku terhadap Korban yang telah disampaikan ke Penyidik, tapi tak dimasukkan dalam BAP.

Kemudian, lanjut Dahrun, dari BAP terduga Pelaku (P) yang dikonfrontir kepada dirinya, terduga Pelaku mengatakan bahwa Ia di bawah naungan PT. Sinar Peranap Perkasa (SPP).

Hal yang sama disampaikan korban lainnya, Rizal Lubis yang merupakan perwakilan Koperasi Tani Nelayan (Koptan) Andalan. Menurutnya, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada terduga Pelaku tidak untuk mengembangkan siapa pelaku lainnya. Hanya menerima begitu seja keterangan terduga Pelaku. 

"Awalnya terduga Pelaku tak mengakui ikut mengeroyok, hanya melerai. Namun setelah dikonfontir, akhirnya mengaku dan meminta untuk berdamai," ujar Rizal Lubis.

Ditempat yang sama, Penasehat Grib Jaya DPC Kota Pekanbaru, Rianto Pangaribuan, S.H yang didampingi Indra G Lubis (Dansatgas Grib Jaya Kota Pekanbaru), Martinus Lase (Danprovost/Korban), Berton Tobing (Danton 1/Korban), Tunggul Manurung (Anggota OKK), Dahrun  Bulkaini Harahap, Rizal Lubis, Syafri Effendi Nasution (Kabid Humas) dan Hari Lesmana Putra (Anggota) menyatakan, pengeroyokan ini sungguh perbuatan biadab. Tanpa sebab langsung mengeroyok.

Aalagi, kata Rianto, semua HP milik korban diambil, diperiksa untuk memastikan apakah para korban mengambil foto afau video di lokasi TKP. Bahkan, Hand Phone (HP) milik salah seorang Korban hilang usai aksi pengeroyokan yang dialaminya.

Ia berharap, pihak Polres Kuansing bekerja maksimal,  menangkap seluruh Pelaku. Jangan ada penggiringan hanya "mengorbankan" 2 atau 3 orang pelaku saja, yang lain tak diproses.

Ia juga mengingatkan, Grib Jaya akan terus memantau kasus ini, agar tak terjadi istilah "tangkap lepas".

Adapun terjadinya pengeroyokan, dijelaskan Dansatgas Grib Jaya DPC Kota Pekanbaru, Indra G Lubis, berawal dari Ketua Grib Jaya DPC Kota Pekanbaru menerima Kuasa dari Rizal Lubis sebagai Perwakilan Kelompok Tani Nelayan Andalan untuk menguasai lahan seluas 100 H (50 SHM) di Desa Sako Margasari, Kec. Logas Tanah Darat (LGT), Kuansing, Riau.

Lalu, pada Kamis (10/04/2025), saat beberapa Anggota Grib Jaya Kota Pekanbaru hendak melakukan survey untuk mengetahui letak lahan yang dikuasakan, tiba-tiba datang sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) mengeroyok mereka, tanpa menanyakan maksud dan tujuan kedatangan Anggota Grib Jaya.

Dikonfirmasi Awak Media terkait kasus tersebut, Kapolres Kuansing, AKBP Febrian Herlambang, tak memberi respon chat WhatsApp, pada Selasa (22/04/2024) siang.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, awak media ini masih menelusuri  keterkaitan PT SPP dengan kasus pengeroyokan tersebut.  (Wes/Tim).