Lapas Kelas IIA Pekanbaru Gandeng DLHK Atasi Krisis Sanitasi Limbah, Warga Binaan Capai 1.934 Orang
kanalvisual.com - Pekanbaru - Riau | Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru menyambangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru pada Rabu, 1 April 2026, untuk melakukan pengecekan langsung terhadap sistem pengelolaan sanitasi limbah. Kunjungan ini menjadi langkah konkret dalam upaya bersama mengurai persoalan sanitasi yang telah lama menjadi kekhawatiran serius, seiring kondisi Lapas yang kini menanggung beban penghuni jauh melampaui kapasitas yang semestinya.
Kabid PPLLB3 DLHK Pekanbaru, Agusalim, S.Sos., hadir langsung bersama sejumlah staf untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi sanitasi di lapangan. Usai melakukan pengamatan, Agusalim menyampaikan keterangan pers kepada awak media. Ia memaklumi kondisi gedung lapas yang telah berdiri puluhan tahun, sehingga sistem pengelolaan sanitasi limbah mengalami sejumlah kendala serius, termasuk dugaan kerusakan pada sistem perpipaan yang membutuhkan perbaikan segera.
Agusalim merinci sejumlah langkah yang dinilai mendesak untuk dilakukan. Pertama, peningkatan kesadaran warga binaan dalam menjaga kebersihan fasilitas sanitasi secara rutin, termasuk membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah ke saluran kamar mandi. Kedua, perbaikan infrastruktur sanitasi yang rusak, mencakup pipa air, toilet, dan fasilitas pendukung lainnya. Ketiga, pendidikan kesehatan kepada warga binaan tentang pentingnya sanitasi yang baik sebagai bagian dari gaya hidup sehat di dalam lapas.

Namun rekomendasi paling krusial yang disampaikan Agusalim adalah keharusan Lapas Pekanbaru menambah kolam sanitasi limbah berkapasitas besar. "Mengingat jumlah penghuni warga binaan yang telah melebihi atau bisa dikatakan over kapasitas, volume penggunaan toilet dan kamar mandi tidak sebanding dengan kondisi kolam sanitasi limbah yang ada," tuturnya. DLHK Pekanbaru memastikan akan terus memberikan masukan dan pendampingan kepada pihak lapas dalam menentukan langkah terbaik ke depan.
Di waktu terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau, Maizar, menegaskan bahwa pihaknya telah merespons keluhan masyarakat terkait persoalan limbah Lapas Pekanbaru jauh sebelum kunjungan ini. Ia menyebut permohonan maaf yang sebelumnya telah disampaikan kepada masyarakat bukan sekadar janji kosong. "Hari ini kami buktikan keseriusan kami dalam berbenah ke arah yang lebih baik. Kehadiran DLHK Pekanbaru hari ini bertujuan untuk berkoordinasi dan langsung melakukan eksekusi perbaikan sesuai saran yang disampaikan," tegasnya.
Maizar juga mengungkap fakta mengejutkan di balik krisis sanitasi ini. Lapas Pekanbaru yang semula dirancang untuk menampung 650 orang, kini harus menanggung beban 1.934 warga binaan — tiga kali lipat dari kapasitas semestinya. Kondisi over kapasitas inilah yang menjadi akar dari seluruh persoalan sanitasi yang ada. Maizar berjanji dalam waktu dekat akan segera memperbaiki sistem pengelolaan sanitasi limbah dan mengesahkan perbaikannya. Untuk rencana pembangunan kolam penampungan limbah yang membutuhkan anggaran besar, ia berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah, baik Pemerintah Kota Pekanbaru maupun Pemerintah Provinsi Riau.
Persoalan sanitasi di Lapas Pekanbaru sejatinya adalah cerminan dari problem over kapasitas yang sudah lama menggerogoti sistem pemasyarakatan di Indonesia. Ketika sebuah fasilitas yang dirancang untuk 650 orang dipaksa menampung hampir 1.934 jiwa, bukan hanya sanitasi yang terdampak — tetapi juga hak dasar setiap warga binaan atas hunian yang layak dan bermartabat. Kini, perhatian dan komitmen nyata dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, sangat dinantikan. (Tri Wahyudi)


