Pekon Pura Jaya Laksanakan Hajatan Bumi Dalam Rangka Memperingati 1 Muharram 1445 H

Pekon Pura Jaya Laksanakan  Hajatan Bumi Dalam Rangka Memperingati 1 Muharram 1445 H

Kanalvisual.com - Lampung Barat - Pemerintah Pekon Pura Jaya, mengadakan Tasyakuran Hajat Bumi bersama Warga dalam rangka memperingati 1 Muharram 1445 H di Pemangku Krajan 1 (satu), Pekon Pura Jaya, Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat. (22/07/2023).

Hadir dalam acara tersebut, Hi. Parosil Mabsus, S.Pd, Ketua DPC Pejuang Siliwangi Indonesia (PS), Ketua DPRD, Edi Novial, S.Kom, Anggota DPRD Lampung Barat Tomi Ardi, S.H, Johartono, S.Sos, Ernawati, S.E, Camat Kebun Tebu, Peratin Pura Jaya, Samsukendar, S.Hut, Muspika Kecamatan Kebun Tebu, Aparatur Pekon Pura Jaya, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat.

Dalam acara tersebut, tampil beberapa Kesenian tradisional untuk menghibur Warga Pekon Pura Jaya, dalam acara Rutan di antaranya. Kesenian manatak asal Sumsel, Kesenian Singa Depok dan Wayang Golek, Jaipongan asal Jawa Barat group Mawar Katineung dari Pekon Pura Jaya.

Acara Hajat bumi Seni Tradisional Wayang Golek, menghadirkan Dalang Ujang Bantol dari Lampung Selatan, acara wayang ruat dilaksanakan pada malam hari dengan mengambil tema "BATARA KALA".

Dalam kegiatan ini diikuti dan dihadiri Masyarakat Pura Jaya yang begitu antusias mengikuti dan menyaksikan arak-arakan group Singa Depok Tunas Muda dan group Manatak dari Pekon Pura Jaya, adapun makna dari hajatan bumi ini sendiri.

Menurut Tokoh Masyarakat, Andim dan Herman, Hajatan Bumi ini, salah satunya adalah untuk melestarikan seni budaya tradisional dan syukuran atas segala nikmat, rezeky yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Samsukendar menuturkan, hajatan bumi ini, untuk mencari keberkahan bagi Warga Pekon Pura Jaya, agar dalam mencari rizki di bidang pertanian, perkebunan, perdagangan dan perikanan warga di Pekon Pura Jaya menjadi subur makmur dan berkah dengan hasil yang melimpah.

"Serta dapat melestarikan kesenian dan kebudayaan tradisional para nenek moyang kita yang telah dilakukan secara turun temurun terus berkembang dan tidak hilang di telan kemajuan jaman," tutup Kendar. (Adung).