Perpustakaan SD di Sukoharjo Roboh, Warga Khawatir Keselamatan Siswa Terancam
Kanalvisual.com – Sukoharjo – Solo Raya - Cuaca ekstrem kembali menimbulkan kepanikan di Sukoharjo. Sebuah gedung perpustakaan di SD Negeri Klaseman, Kecamatan Gatak, roboh diterjang angin kencang disertai hujan deras pada Selasa sore (29/10/2025). Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah fasilitas belajar rusak berat dan warga kini mulai mempertanyakan kesiapan infrastruktur pendidikan dasar menghadapi cuaca ekstrem.
Bangunan perpustakaan itu ambruk setelah sebagian rangka atap tak mampu menahan terpaan angin. “Anak-anak sedang pulang, jadi syukurlah tidak ada korban. Tapi buku-buku banyak yang rusak,” ujar Sulastri, salah satu guru yang ikut membersihkan puing bangunan bersama warga.
Peristiwa ini bukan yang pertama di Sukoharjo. Dalam tiga bulan terakhir, sedikitnya empat sekolah dasar di wilayah ini mengalami kerusakan akibat hujan dan angin, namun perbaikan baru dilakukan sebagian. Warga menilai minimnya anggaran pemeliharaan gedung sekolah membuat setiap musim hujan menjadi ancaman tersendiri bagi keselamatan siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Sukoharjo, melalui stafnya, menyebut sedang melakukan pendataan terhadap kondisi fisik sekolah yang berpotensi membahayakan. Namun, banyak pihak menilai reaksi ini selalu datang setelah kerusakan terjadi, bukan sebagai tindakan pencegahan. Padahal, anggaran pemeliharaan rutin seharusnya bisa diarahkan untuk audit kondisi bangunan sebelum musim hujan datang.
Fenomena ini membuka pertanyaan lebih besar: sejauh mana kesiapan pemerintah daerah melindungi ruang belajar anak-anak dari ancaman cuaca ekstrem yang makin sering terjadi? Peristiwa di SDN Klaseman seolah menjadi alarm bahwa adaptasi terhadap perubahan iklim tak lagi bisa ditunda di tingkat daerah.
Kini, proses belajar sementara dipindahkan ke ruang kelas lain yang sempit. Warga dan guru bergotong royong membersihkan puing. Namun, rasa cemas masih terasa setiap kali langit mendung menggantung di atas Gatak. (Wahyudi)


