Redam Isu Miring Dana BOS, Ormas LCI Riau Mediasi Dialog Bersama Kepala SMAN/SMKN Wilayah Pekanbaru dan Kampar
Kanalvisual.com - Riau | Menanggapi derasnya pemberitaan negatif di berbagai media online dan media sosial terkait pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Pengurus Pusat Ormas Lembaga Cakra Indonesia (LCI) Riau bergerak cepat dengan menggelar forum dialog dan klarifikasi bersama para Kepala SMAN/SMKN selaku mitra kerja, Jumat, 5 Juni 2026.
Pertemuan yang dimulai pukul 13.30 WIB ini dihadiri langsung oleh jajaran teras Pengurus Pusat LCI Riau. Terlihat hadir di lokasi Ketua Umum LCI Riau Sunggul Manalu, Sekretaris Umum Tri Wahyudi, Bendahara Umum Muhamad Yunus, serta Ketua Tim Garda Sosial Control (Garda SC) Bangun Marbun. Kehadiran tim lengkap LCI Riau ini disambut baik oleh sejumlah Kepala SMAN dan SMKN dari wilayah Pekanbaru dan Kampar yang berkomitmen penuh untuk memberikan klarifikasi secara transparan.
Ketua Umum LCI Riau, Sunggul Manalu, menegaskan bahwa kehadiran lembaga yang dipimpinnya adalah sebagai jembatan yang objektif demi menyelamatkan marwah dunia pendidikan di Riau: "Kami hadir di sini bersama jajaran pengurus dan Tim Garda Sosial Control untuk memastikan semua informasi berimbang. Kami tidak ingin ada ruang abu-abu yang merugikan pihak manapun. Dialog ini adalah bentuk tabayun dan check and balance agar isu Dana BOS ini klir dan tidak menjadi bola liar di masyarakat," tegas Sunggul Manalu.
Dalam forum mediasi tersebut, perwakilan Kepala Sekolah yang hadir meluruskan tudingan sejumlah media online terkait dugaan mark-up anggaran Dana BOS yang belakangan ini beredar. Pihak sekolah menegaskan bahwa seluruh penggunaan Dana BOS telah berjalan sesuai ketentuan, terdokumentasi dengan baik, dan dilaporkan secara rutin, transparan, serta akuntabel kepada instansi berwenang. Tidak ada satu pun komponen anggaran yang digunakan di luar peruntukannya.
Lebih lanjut, pihak sekolah menjelaskan kepada jajaran pengurus LCI Riau mengenai kesalahpahaman data yang sering menjadi basis pemberitaan miring "Hal mendasar yang perlu dipahami publik adalah bahwa data yang digunakan sebagai dasar pemberitaan selama ini merupakan data global yang diakses secara bebas melalui kanal resmi kementerian terkait. Data di kanal publik tersebut hanya berupa pagu makro — bukan rincian teknis penggunaan anggaran di lapangan," ungkap salah satu perwakilan Kepala Sekolah.
Ia menambahkan bahwa rincian lengkap penggunaan Dana BOS tersimpan rapi dalam dokumen resmi sekolah dan lolos verifikasi instansi berwenang. Menarik kesimpulan adanya dugaan penyelewengan anggaran hanya berdasarkan data global tanpa melakukan konfirmasi rincian ke pihak sekolah dinilai sebagai langkah yang tidak memenuhi prinsip verifikasi jurnalisme yang bertanggung jawab.
Sekretaris Umum LCI Riau, Tri Wahyudi, menutup dengan menyatakan bahwa hasil dari pertemuan hari ini akan menjadi catatan penting bagi lembaga dalam mengawal transparansi anggaran publik, sekaligus menjaga kemitraan strategis yang sehat antara ormas, pihak sekolah, dan masyarakat di wilayah Pekanbaru maupun Kampar. (Red/kv)
Sumber: Lembaga Cakra Indonesia (LCI)


