Terkesan Asal-Asalan, Rekonstruksi Jalan Ruas Muara Putih-Kali Sari Tuai Keluhan Warga

Terkesan Asal-Asalan, Rekonstruksi Jalan Ruas Muara Putih-Kali Sari Tuai Keluhan Warga

 IKanalvisual.com - Lampung Selatan - Rekonstruksi jalan ruas Muara Putih - Kali Sari yang sedang berlangsung pengerjaannya menuai protes warga masyarakat setempat. 

Proyek pelebaran jalan dengan cor beton dan hotmix milik Dinas PUPR Lampung Selatan tahun anggaran 2025 yang dikerjakan oleh CV. Daenk Kobum Konstruksi dengan Konsultan CV. Anugerah Perdana Konsultan dengan nilai Rp. 3.333.879.020, terlihat pecah seribu sehingga menuaai kritikan dan protes warga masyarakat. 

Menurut masyarakat yang ditemui media ini di lokasi pekerjaan, Rabu (17/12/2025), mereka meminta pihak Dinas PUPR Lampung Selatan dan rekanan memperhatikan kwalitas pekerjaan. Dengan kondisi cor beton yang sudah pecah seribu tersebut dapat dipastikan jalan tidak akan tahan lama.

"Jalan kami ini kan belum tentu dalam waktu lima tahun ke depan dapat ditingkatkan lagi, sementara kita lihat langsung hasil pekerjaan mereka belum juga selesai pekerjaan sudah pecah seribu, bagaimana mungkin jalan ini dapat bertahan sampai setahun," ucap salah seorang warga.

"Kami minta pihak Dinas PUPR dan Pelaksana pembangunan jalan dapat melakukan gelar ulang lah, kalau hasilnya seperti ini sama saja menghambur - hamburkan uang saja!!" tambahnya.

Sementara Bambang Riyadi, Pelaksana kegiatan pembangunan jalan yang dimintai tanggapannya via telpon, Rabu (17/12/2025) tidak menampik ada beberapa ruas cor beton yang rusak serta pecah-pecah akibat dilintasi kendaraan.

"Faktor umur betonnya belum sampai. Sudah dilintasi kendaraan. Karena jalan di lokasi sempit, tapi nanti kita perbaiki Bang, kita masih fokus di sebelahnya," tulis Bambang.

Senada dengan Bambang, Imam Mukti, Konsultan Teknis dari CV.Anugerah Perdana Konsultan yang dibubungi via WhatsaApp mengatakan, bahwa cor beton belum cukup umur.

"Ya itu posisi sebelah kiri karena belum cukup umur sudah dilewati kendaraan. Maklum jalan ramai sempit pula. Sudah kami ingatkan untuk diperbaiki koq. Tapi menyesaikan sebelah kanan dulu supaya  lancar," kilah Imam Bakti.

Di lain pihak, Kepala UPT PU Kecamatan Natar, Sugiarto yang di mintai tanggapan mengaku  mengetahui ada kegiatan pembangunan jalan yang dimaksud, tetapi pihaknya tidak terlibat langsung dalam melakukan pengawasan. Menuritnya, sudah ada pengawasan langsung dari Dinas PU  dan Konsultan Teknis di lapangan.

"Kami mengetahui ada kegiatan peningkatan jalan ruas Muara Putih - Kali Sari, tapi kami tidak terlibat langsung dalam pengawasan, karena sudah ada Pengawas langsung dari Dinas PUPR dan di situ kan ada Konsultan teknis. Terkait ada protes atau keluhan dari warga masyarakat karena cor beton banyak yang pecah, nanti kita akan sampaikan kepada pelaksana agar supaya dapat diperbaiki," ucap Sugiarto.

Sementara warga masyarakat yang lain membantah keras pernyataan Bambang dan Imam Bakti yang mengatakan, beton tersebut belum cukup umur. Menurut warga, beton sebelah kiri jalan tersebut sudah dikerjakan sejak sebulan yang lalu.

"Beton belum cukup umur itu hanya alasan mereka saja, beton itu sudah mereka kerjakan sebulan yang lalu, alasan klasik, untuk mencari pembenaran!!" ucap salah seorang warga.

Zubaidi selaku Konsultan Teknis dan Tenaga  Ahli Beton LSM Pembinaan Rakyat Lampung (PRL) yang ditemui di kantornya di jalan Pulau Tegal No. 2 RT 2 LK 2, Kelurahan Sukarame  Bandar Lampung, Kamis (18/12/2025) sangat berkeyakinan bahwa cor beton yang  dilaksanakan pengerjaannya oleh CV. Daenk Kobum Konstrukai tersebut tidak sesuai bestek.

"Kalau kita  lihat dari kondisi cor beton di lapangan sudah jelas beton itu di luar bestek. Mekanisme pelaksanaannya di luar bestek. Contoh di luar bestek, karena PU tidak melakukan kontrol sampai di bawah, PU hanya bikin proyek, tetapi mekanisme pelaksanaan di bawah mereka kurang Tenaga Teknik. Jadi sudah jelas di luar bestek, apa sebabnya di luar bestek, diantaranya pekerjaan itu tidak memakai Mikdesain, Woter Cemen Rasio-nya tinggi, SA-nya tidak SNI. Perhitungan SA itu nilai persen SA harus menimbulkan volume pasta, cor beton itu tidak pakai Cekslam, tidak dibikin sample, tidak ada cek analis, itu yang jelas. Sedangkan beton itu harus cek analis lumpur, semua harus di cek, bukan beton sembrono," jelas Zubaidi.  (Red/Tim).