Usai Ketahuan Dugaan Korupsi, Pj Kades Sungai Sarik Akui Khilaf

Usai Ketahuan Dugaan Korupsi, Pj Kades Sungai Sarik Akui Khilaf

Kanalvisual.com - Kampar; Riau - Usai diberitakan dan adanya pernyataan dari Camat Kampar Kiri, H. Marjanis, S.E, serta Kepala Dinas PMD Kab. Kampar, Lukmansyah Badoe, akhirnya, Pj. Kades Sungai Sarik, M. Yani yang selama ini tak menanggapi, kali ini memberikan jawaban konfirmasi terkait pekerjaan Pengerasan Jalan, dimana dalam APBDes pekerjaan tersebut yang dilaporkan senilai Rp. 109.827.000, akan tetapi yang tercantum di papan informasi (papan proyek pekerjaan) senilai Rp. 93.345.000.

Bukan itu saja, hasil informasi dari Masyarakat yang dapat dipercaya dan hasil investigasi yang dilakukan oleh Tim Awak ditemukan, bahwa adanya dugaan pengurangan volume pekerjaan pengerasan jalan tersebut.

"Itu kekhilafan Kami dan Kami siap mensilpankan sisanya," ucap Pj. Kades Sungai Sarik, M. Yani dalam pesan chat WhatsApp, Selasa (02/07/2024).

Sementara itu, Camat Kampar Kiri, H. Marjanis, S.E yang mengaku telah meninjau ke lapangan, melalui pesan chat WhatsApp, Selasa (02/07/2024) menyimpulkan, bahwa, 1. Kepala Desa tidak cermat dalam pembuatan papan nama kegiatan program desa sehingga terdapat perbedaan antara papan informasi dengan dana yang tertuang dalam APBDes tahun 2024.

Kemudian, 2. Dalam APBDes tercantum  Rp. 109.827.000 dengan perincian Sbb : gaji dan upah dalam bentuk honor TPK, Sekretaris dan Anggota serta perencanaan dan pembuatan papan nama kegiatan sebesar Rp. 3.727.000. Lalu, Belanja modal untuk kegiatan sebesar Rp. 106.100 000.

"Seharusnya yang dicantum pada papan nama kegiatan adalah belanja modal sebesar Rp.106.100.000 dalam APBDes 2024, sedangkan pada papan nama kegiatan  tercantum Rp. 93.345.000. Ini terjadi perbedaan antara APBDes dengan papan nama kegiatan sebesar Rp.12.755.000.

Penyelesaiannya adalah, Kepala Desa Sei Sarik untuk dapat menyetorkan kembali dana sebesar Rp.12.755.000 ke Rekening Desa Sei Sarik sebagai Sisa Lebih Pembayaran Anggaran (Silpa ) tahun berjalan," ungkap Marjanis.

"Secara fisik pekerjaan jalan termasuk baik karena dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya bagi Petani Kebun Sawit," ujar Marjanis.

Ia menegaskan, Pj. Kades tidak cermat. Mereka telah melakukan pengukuran pakai meter dan hal tersebut akan dilaporkan ke DPMD dan Inspektorat.

"Pak Kades tidak cermat dalam hal ini," tegasnya.

"Panjang jalan dapat kita temukan lebar lebih kurang 650 meter, lebar lebih kurang 4 meter, Tim Kami yang mengukur pakai meter," ujar Marjanis. 

Akan tetapi, saat dipertanyakan berapa tinggi pekerjaan pengerasan jalan tersebut, Marjanis tak merespon. Ada Apa?

Salah seorang masyarakat Desa Sungai Sarik saat diminta tanggapannya terkait jawaban Pj. Kepala Desa Sungai Sarik mengaku kecewa dengan kejadian ini. 

"Kenapa sudah dipublikasikan dan diketahui publik perbedaan anggaran tersebut baru sibuk untuk mensilpakan. Mari kita renungkan, andai saja hal tersebut tidak dipublikasikan oleh media, mungkin kita semua akan tertipu dan dugaan percobaan menilap anggaran dana desa itu akan berhasil karena sudah mencoba menuangkan anggaran yang berbeda dari anggaran yang ditetapkan di APBDes," ucapnya.

Ketua LSM Pelopor di Jakarta, Bambang Sumiarto, saat diminta tanggapannya terkait hal tersebut dengan keras mengecam kinerja Camat Kampar Kiri yang lalai mengawasi pekerjaan pengerasan jalan yang bersumber dari APBDes.

Menurut Sumiarto, peninjuan Camat ke proyek yang telah selesai dikerjakan, apalagi mendapat sorotan dari media, membuktikan kinerja  Camat patut diragukan. Harusnya, kata Sumiarto, pekerjaan sedang berjalan, sebagai Pengawas kinerja Kepala Desa, Camat turun ke desa tersebut. Lihat, apakah pekerjaan yang dikerjakan Kepala Desa sudah sesuai.

Sumiarto menduga, ada kongkalikong antara Camat Kampar Kiri dengan Pj. Kepala Desa Sungai Sarik dalam hal memberikan penjelasan terkait pekerjaan pengerasan jalan tersebut. Hal ini karena, menurut Sumiarto, 1. APBDes sebesar Rp. 109.827.000 menjadi belanja modal sebesar Rp. 106.100.000, lalu tercantum di papan informasi sebesar Rp. 93.345.000, berarti ada selisih sebesar Rp. 12.755.000. Berarti kualitas jalan tersebut dapat dikatakan tidak bagus karena belanja modal sudah dikurangi. 2. Dengan lugas Camat menerangkan telah mengukur panjang, lebar, kenapa tingginya tak diterangkan, padahal itu satu paket. 3. Pada umumnya seorang Penjabat (Pj) Kepala Desa orang yang direkomendasikan Camat ke Bupati menggantikan Kepala Desa yang telah habis masa jabatannya. Makanya, besar kemungkinan apa yang dilakukan Pj. Kepala Desa Sungai Sarik, sedari awal diketahui Camat Kampar Kiri.

Sumiarto menyarakan, temuan Tim Awak Media yang didasari dengan bukti dan data yang valid, dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH).

"Jangan sudah ketahuan baru ngomong khilaf, kalau tak ketahuan, kemungkinan masuk kantong pribadi. Laporkan ke APH," saran Sumiarto, Selasa (02/07/2024) melalui panggilan WhatsApp. 

Diberitakan sebelumnya oleh media kanalvisual.com, pekerjaan Pengerasan Jalan Desa di Desa Sungai Sarik, Kec. Kampar Kiri, Kampar, Provinsi Riau, sudah terlaksana dan telah selesai dikerjakan. Namun, pada papan informasi ada perbedaan nilai pagu anggaran yang disalurkan. 

Dari hasil penelusuran Tim Awak Media, terpampang jelas nilai anggaran yang disalurkan untuk kegiatan pengerasan jalan tersebut sebesar Rp. 93.345.000.

Padahal, laporan penyaluran Dana Desa Sungai Sarik ke Kementerian Keuangan pada Tahap 1 tertulis : Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Desa (Keg.Pengerasan Jalan = 600 M x 4 M x 0,15 M) Rp. 109.827.000.

.Salah seorang Warga Desa Sungai Sarik yang dapat dipercaya, Agus (nama samaran-red) mengatakan kepada Tim Awak Media, bahwa pengerasan jalan yang baru selesai dikerjakan tersebut, tidak sesuai dengan apa yang dituangkan di papan informasi atau dapat dikatakan pembohongan publik. 

"Saya menganggap itu asal-asalan, panjangnya saja tidak mencukupi seperti yang dituangkan pada papan informasi. Ditulis, tinggi 0,15 M, itu sama dengan 15 Cm. Dimana yang tinggi 0,15 M itu?, karena Saya lihat di lokasi pekerjaan pengerasan jalan tersebut tidak ditemukan jalan yang dikeraskan setinggi 0,15 M atau 15 Cm," ungkap Agus, Kamis (27/06/2024) siang

Dikonfirmasi melalui pesan chat WhatsApp dengan nomor +6285311731xxx, Kamis (27/06/2024) sore, Pj. Kepala Desa Sungai Sarik, M. Yani tak memberikan respon. Hanya seseorang yang mengaku anak dari M. Yani pada (27/06/2024) malam, membalas pesan chat WhatsApp mengatakan, "Mohon maaf pak, ini anaknya, nantik saya bilang sama aba hp aba ini saya pakek ke jaringan ini untuk keperluan sekolah di rumah tidak ada siknalnya nantik saya bilang kalau ada wa masuk ya pak". 

Sementara, melalui sambungan telepon WhatsApp, Jumat (28/06/2024), Camat Kampar Kiri, H. Marjanis, S.E mengatakan, bahwa terkait adanya informasi perbedaan nilai anggaran yang tertera di papan informasi Rp. 93.345.000 dengan laporan penyaluran kegiatan pengerasan jalan Rp. 109.827.000 dan pengurangan volume pekerjaan, ada 3 (tiga) poin yang akan dilakukannya.

Pertama, akan melihat dan mencocokkan APBDes murninya dengan dengan yang tertera di papan informasi (plank pekerjaan). Kedua, akan memanggil Kepala Desa Sungai Sarik untuk mengetahui permasalahan di lapangan, ketiga, akan memantau langsung ke lapangan.

Namun, Marjanis tak memastikan kapan akan memanggil Kepala Desa dan turun langsung ke lapangan.

"Kami akan turun ke lapangan untuk kroscek kembali APBDes Sungai Sarik. Berapa volume, ketebalan, lebarnya. Itu kewajiban Kami ngecek ke lapangan. Dalam bulan-bulan ini akan turun Kita," ujarnya.

"Jika ada perbedaan, kebenaran itu ada pada APBDes, dananya akan SILPA nanti," pungkas Marjani yang sebelumnya meminta kepada Tim Awak Media untuk tidak diberitakan dulu karena pihaknya akan mengkonfirmasi yang valid ke Pj. Kades.

Melalui pesan chat WhatsApp yang dikirimkan Awak Media, Sabtu (29/06/2024), Lukmansyah Badoe mengatakan, pihaknya dalam hal ini PMD hanya memiliki Tupoksi : memberikan pembinaan kepada Kepala Desa dan penyampaian regulasi sesuai aturan serta pelaksaan sesuai dengan APBDes.

'Sesuai dengan Tupoksi Kami di PMD, memberikan pembinaan terhadap Kades serta penyampaian regulasi sesuai dengan ketentuan yang ada. Terkait dengan Desa Sungai Sarik, Kami sudah sampaikan kepada Kadesnya agar melaksanakan kegiatan sesuai dengan aturan Apbdes yang sudah disepakati bersama BPD, sedangkan untuk pengawasan menjadi Tupoksi Camat dan Inspetorat," ucap Lukmansyah

'Yang penting sesuaikan kegiatan dengan APBdes," ujar Lukmansyah.

"Ok laporkan aja ke Inspektorat dan Camat secara tertulis," kata Lukmansyah. (Tri/Tim).