Pilkades Serentak Diduga Curang, DPMD dan Pemkab Lamsel Terkesan "Tutup Mata"
Kanalvisual.com - Lampung Selatan - Pelaksanaan Pilkades serentak di 42 Desa menjadi raport merah sepanjang pelaksanaan Pilkades yang pernah dilaksanakan di Kab. Lampung Selatan.
Dimulai dengan dugaan korupsi berjamaah anggaran Pilkades baik dari kabupaten sampai ke tingkat desa. Banyak kejanggalan bahkan sampai dugaan Pungli dengan pemungutan anggaran dari Calon Kades di tingkat desa yang berkedok sumbangan Calon Kades.
Nuansa kejanggalan juga diduga terjadi pada seleksi tambahan Balon Kades pada tanggal 08 Agustus 2023 yang dilaksanakan oleh STAI YASBA Kalianda, dirasakan sarat akan pengkondisian hingga merugikan Balon Kades yang tereliminasi.
Sampai pelaksanaan Pilkades serentak terdapat kejanggalan. Seperti Desa Purwotani, terjadi perbedaan DPT antara Data Calon dengan Panitia. Lalu Desa Sinar Rejeki Kec.Jati Agung, terjadi dugaan upaya kecurangan karena ada 3 orang Pemilih yang mempunyai surat pilih ganda. Hal tersebut disampaikan SN, SR dan Sumiran yang berperan sebagai Saksi dan Panitia. Terindikasi hal tersebut dilakukan Panitia Pilkades berinisial A, B dan TB yang kedapatan mempunyai kertas suara 5 lembar yang telah dicap dan ditandatangani oleh Panpel serta 25 lembar surat suara yang masih kosong.

Kemudian, Desa Sukamaju Kec. Sidomulyo, salah satu calon merasakan bahwa penghitungan suara sangat tertutup sehingga Saksi kesulitan untuk melaksanakan tugasnya.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, DPMD Lampung Selatan, Camat dan Panitia Desa pilkades 42 Desa sangat tertutup dan minim informasi, baik mengenai anggaran maupun teknis lapangan, sehingga terkesan tutup mata akan hal ini.
Terkait hal tersebut, ES salah seorang Pemerhati Kemajuan Desa, mengatakan, Pilkades serentak di 42 desa ini adalah contoh buruk untuk pelaksanaan Pilkades sepanjang masa di Lampung Selatan. Sabtu (02/09/2023).
Dikonfirmasi melalui pesan dan telepon via WhatsApp, Kepala Bidang Pemerintahan Desa Lampung Selatan, Dicky Yurichi, hingga berita ini ditayangkan belum memberikan tanggapan. (Irpan/Tim).


