Puasa Tak Surutkan Semangat Berkarya, Roti Raja Bakery Warga Binaan Jadi Menu Berbuka dan Pemasok Tetap MBG
Kanalvisual.com - Lampung - Bandar Lampung | Ibadah puasa di bulan suci Ramadan tidak menyurutkan produktivitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung. Pada Rabu (25/02), aktivitas pembinaan kemandirian tetap bergeliat, khususnya di area Pastry Cook tempat diproduksinya Roti Raja Bakery.
Sejak pagi, tangan-tangan terampil Warga Binaan terlihat cekatan mengolah adonan, memanggang roti, hingga melakukan proses pengemasan. Aroma roti yang matang menguar dari dapur produksi, menjadi bukti bahwa semangat berkarya tetap menyala meski tengah menjalankan ibadah puasa.
Produk Roti Raja Bakery yang dihasilkan tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga telah menembus pasar komersial. Masyarakat luas dapat melakukan pemesanan langsung melalui akun Instagram resmi @giatjalapasbl.
Kepala Bidang (Kabid) Kegiatan Kerja, Medi Oktafiansyah, menegaskan bahwa momentum Ramadan justru menjadi pemantik semangat bagi para Warga Binaan untuk terus menghasilkan karya bernilai ekonomi.
“Bulan puasa sama sekali tidak menghalangi Warga Binaan untuk tetap berkarya. Semangat mereka justru semakin luar biasa di area dapur produksi ini untuk menghasilkan produk yang berkualitas, bernutrisi, dan tentunya bernilai ekonomi,” ujar Medi Oktafiansyah.
Konsistensi pembinaan serta penerapan quality control yang ketat membuahkan hasil membanggakan. Roti Raja Bakery kini dipercaya sebagai pemasok tetap dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tak hanya itu, roti hasil karya Warga Binaan juga dihidangkan sebagai menu takjil berbuka puasa bagi seluruh penghuni Lapas. Kehadiran roti tersebut menjadi simbol bahwa hasil pembinaan tidak sekadar memenuhi standar produksi, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.
Pencapaian ini menegaskan komitmen Lapas Kelas I Bandar Lampung dalam mencetak individu yang mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat. Dari balik tembok pembinaan, lahir karya yang bukan hanya layak konsumsi, tetapi juga layak diapresiasi. (Tri Wahyudi)


