Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Pengembangan Karir

Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia  Dalam Pengembangan Karir

Penulis :

Wina Wulandari        Winawulandari0601@gmail.com                      STIE Pembangunan Tanjungpinang

KanalVisual.com - Tanjungpinang, Kepri -Sumber Daya Manusia (SDM) makin besar peranannya bagi kesuksesan sebuah perusahaan, sehingga banyak perusahaan menyadari bahwa unsur manusia dalam perusahaan itu dapat memberikan keunggulan daya saing.

SDM adalah manusia yang memiliki sumber daya atau potensi untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif.

Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut fungsi manajerial adalah perencanaan, pengperusahaanan, pengarahan dan pengendalian. Sedangkan menurut fungsi operasional adalah pengadaan, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja.

MSDM adalah bidang manajemen yang khusus mempelajari hubungan dan peran manusia dalam perusahaan. Unsur MSDM adalah manusia sebagai tenaga kerja pada perusahaan. Manusia selalu berperan aktif dan dominan dalam setiap kegiatan perusahaan karena manusia bisa menjadi perencana, pelaku demi terwujudnya tujuan perusahaan.

Alat-alat canggih yang dimiliki perusahaan tidak ada manfaatnya bagi perusahaan jika peran aktif karyawan tidak diikutsertakan. Karyawan tidak dapat diatur sepenuhnya seperti mengatur mesin, modal, maupun gedung. Jadi MSDM merupakan ilmu dan seni mengatur hubungan dan peran tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat. Karyawan adalah SDM atau orang yang bekerja menjual jasa baik tenaga dan pikirannya kepada suatu perusahaan guna memperoleh imbalan sesuai dengan perjanjian atau peraturan.

Pengembangan karir sebagai kegiatan dalam manajemen sumber daya manusia adalah sangat penting untuk memperbaiki dan meningkatkan efektifitas pelaksanaan pekerjaan oleh karyawan agar makin memberikan kontribusi yang terbaik dalam mewujudkan tujuan organisasi.

Pengembangan karir merupakan suatu usaha formal untuk meningkatkan dan menambah kemampuan karyawan yang diharapkan berdampak pada pengembangan dan perluasan wawasan, sehingga membuka kesempatan untuk mendapatkan posisi atau jabatan yang memuaskan dalam kehidupan seorang karyawan.

Pengembangan karir seorang karyawan tidak hanya bergantung pada usaha karyawan tersebut, melainkan juga pada peranan dan bimbingan pimpinan dan departemen Sumber Daya Manusia (SDM), terutama dalam penyediaan informasi tentang karir yang ada, program pelatihan dan juga dalam perencanaan karir karyawan tersebut.

Pengembangan karir (Career Development) meliputi aktivitas-aktivitas untuk mempersiapkan seorang individu pada kemajuan jalur karir yang direncanakan.

Beberapa prinsip pengembangan karir adalah sebagai berikut :

1. Pekerjaan itu sendiri mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pengembangan karir.

2. Bentuk pengembangan skill yang dibutuhkan ditentukan oleh permintaan pekerjaan yang spesifik

3. Pengembangan akan terjadi hanya jika seorang individu belum memperoleh skill yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan

4. Waktu yang digunakan untuk pengembangan dapat direduksi/dikurangi dengan mengidentifikasi rangkaian penempatan pekerjaan individu yang rasional.

 Implementasi perencanaan karir merupakan pengembangan karir. Untuk itu pengembangan karir dapat didefinisikan sebagai semua usaha pribadi karyawan yang ditujukan untuk melaksanakan rencana karirnya melalui pendidikan, pelatihan, pencarian dan perolehan kerja, serta pengalaman kerja. Maka titik awal pengembangan karir dimulai dari diri karyawan sendiri, di mana setiap orang bertanggung jawab atas pengembangan atau kemajuan karirnya. Setelah komitmen dimiliki, beberapa kegiatan pengembangan menguntungkan karyawan dan organisasi, departemen SDM melakukan pelatihan dan pengembangan bagi karyawan.