Intimidasi Dilakukan Anggota DPRD Kabupaten Way Kanan Terhadap Warga
Kanalvisual.com - Way Kanan, Lampung -Blambangan Umpu, Sejumlah Warga Kampung Gunung Sangkaran, melaporkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) sekaligus Calon Legislatif Partai Amanat Nasional (PAN) Wilma Fadli ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu, Kabupaten Way Kanan, atas ancaman dan Intimidasi dengan senjata tajam terhadap Warga di Blambangan Umpu, Selasa (06/02/2024).
Laporan Warga diterima, oleh Lekat Rizwan, Bawaslu Way Kanan, pihak kepolisian Polres Way Kanan, Ahmad Ari Suprapto dan Kejaksaan Negeri Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Arliansyah Adam.
Warga diancam, oleh Anggota DPRD Wilma Fadli Caleg Partai PAN karena perbedaan pilihan politik pada Pemilu 2024.
"Mereka melaporkan salah satu dari Partai PAN yang melakukan ancaman dan intimidasi terhadap warga, untuk tidak memilih Caleg DPRD dari partai Demokrat sesuai dengan keterangan dari pelapor dan saksi saksi dari Warga Kampung Gunung Sangkaran, Kecamatan Blambangan Umpu" Kata Rizwan.
Salah satu Warga yang menjadi korban intimidasi, atas nama Purwanto warga Gunung Sangkaran, Dusun 7. Ia mengatakan, dirinya diancam dengan senjata tajam jenis pedang / Badik oleh Tim Caleg Wilma Fadli.
Mereka teriak teriak dengan mengacungkan pedang sambil berkata awas kamu ya, jika sampai ada suara Firdaus (Caleg DPRD dapil 1 Kabupeten Way Kanan, dari Partai Demokrat) satu suara saja disini Mati Kamu. Kata Purwanto.
Erni, tetangga Korban menjelaskan, Sekira jam 10 WIB, malam rombongan mendatangi Korban dan berteriak, seketika saya terbangun dari tidur karena mendengarkan suara teriakan keras dari samping rumahnya, langsung mengintip dari lubang dinding papan rumah dan melihat sekelompok orang mengerubungi tetangganya dengan teriak dan mengacungkan senjata. kata Erni.
Korban lainnya yang menjadi Korban intimidasi, Warga Kampung Gunung Sangkaran Dusun 7, Trisno Mulyo dan Isman Hadi berharap agar dapat kembali bekerja di kebun.
"Isman berharap, jangan ada lagi kejadian intimidasi dan Saya dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang, tidak ada lagi intimidasi dan Anak-anak bisa sekolah seperti biasa tidak ada rasa takut lagi,"Kata Isman.
Guru Ngaji, Mutarom berharap, agar pihak kepolisian, Bawaslu segera menangkap dan menindak para Pelaku.
"Saya berharap, agar pihak-pihak terkait dapat segera menyelesaikan persoalan ini segera, dengan damai dan kedepannya tidak ada lagi intimidasi dari siapapun, agar dapat mengisi kembali pengajian dan mengajar mengaji bagi Anak-anak di taman baca Al Quran Safina Tunnaja," kata Mutarom. (Aldi).


