Bupati Rohil Berikan Bansos dan Turunkan Alat Berat Jika Banjir Tak Surut
Kanalvisual.com - Rohil, Riau - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) II penanggulangan bencana banjir di lingkungan Kabupaten Rohil bersama OPD terkait dan lintas sektor, Senin (07/10/2024) di Ruang Aula Lantai 4, Kantor BPKAD, Jalan Merdeka, Bagansiapiapi, Rohil, Provinsi Riau.
Rakor II penanggulangan banjir ini dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rohil, H. Sulaiman dan juga dihadiri Sekda Rohil, Fauzi Efrizal, Assiten II, Muhammad Nur Hidayat, serta Assiten III, Samsuri,
Juga dihadiri Kapolsek Bangko, Perwakilan Dandim 0321, Kadis DLH, Suwandi, Kadis PUTR, Asnar, Kadis Diskominfotiks diwakili Sekretaris, Muhammad Al-Jabar, Kepala OPD terkait, Camat Bangko serta unsur lainnya.
Plt. Bupati Rohil mengatakan, kemarin Pemkab Rohil telah meninjau secara langsung kondisi banjir yang ada di Kecamatan Bangko.
Banjir tersebut terjadi bukan hanya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi melainkan juga disebabkan oleh pasang surut dari aliran air Sungai Rokan hingga menyebabkan debit air beberapa hari belakangan ini mengalami peningkatan.
"Alhamdulillah kemarin Kami telah meninjau secara langsung lokasi banjir yang terjadi di Kecamatan Bangko bersama dengan Kapolsek Bangko, Dandim 0321 dan beberapa Kepala OPD, dimana terdapat beberapa titik aliran air yang tersumbat," jelasnya.
Adapun aliran air yang tersumbat yakni aliran air yang berada di tengah kota dan juga aliran air yang menuju ke Sungai Rokan, jadi nanti kami minta agar Dinas PUTR, DLH, BPBD serta dinas terkait bisa saling bekerjasama dalam menangani permasalahan ini.

"Untuk saat ini kami juga telah menyiapkan beberapa alat berat dari PUTR dan DLH sehingga nantinya kami juga minta diperbantu dari BPBD, Damkar dan dinas terkait untuk saling bahu membahu mengatasi banjir ini, semoga semuanya bisa kompak dan banjir ini cepat terkondisikan," pungkasnya.
Dikatakan Sulaiman, untuk saat ini terdapat 4.300 Kartu Keluarga (KK) di Kecamatan Bangko yang terdampak banjir dan nantinya Pemkab Rohil akan segera memberikan Bantuan Sosial (Bansos) serta memperhatikan kondisi masyarakat tersebut.
"Khusus di Kecamatan Bangko terdapat 4.300 Kartu Keluarga (KK) yang sudah terdampak banjir dan nantinya akan segera Kami berikan bantuan berupa beras dan mie instan sebanyak 5.000 paket dari Baznas," tambahnya.
"Secepatnya akan kita bagikan secara bertahap dan Saya juga minta kepada Dinas Pendidikan jika masyarakat yang rumah dan sekolahnya terdampak banjir agar sekolahnya diliburkan sementara waktu," tambahnya lagi.
Untuk Dinas Kesehatan, mereka juga minta agar lebih memperhatikan masyarakat dalam hal kesehatan, terlebih lagi dalam keadaan banjir seperti ini tentunya wabah penyakit banyak seperti nyamuk malaria, kuman, lintah serta ancaman lainnya.
Sedangkan Dinas Sosial agar dapat mempersiapkan dan menyediakan dapur umum, agar masyarakat terbantu untuk kebutuhan makanan sehari-harinya,

"Oleh karenanya, Saya berharap semuanya dapat berkerja sama dan ikut serta dalam mengatasi banjir ini, mudah-mudahan apa yang Kita kerjakan diberkahi oleh Allah SAW serta dilindungi amin," harap Sulaiman.
Sementara itu, Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melalui Sekretaris Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), Edo Rendra menyampaikan, untuk saat ini pihaknya telah melakukan beberapa upaya dalam penanggulangan banjir di Kecamatan Bangko. Seperti membersihkan selokan, parit, aliran air menuju sungai menggunakan alat berat dan tenaga manual sedangkan untuk Bansos berupa beras, telur dan mie instan yang telah dibagikan secara langsung di Kecamatan Bangko.
"Saat ini Kami sudah melakukan beberapa upaya dalam mencegahan banjir di wilayah Bangko, seperti pembersihan selokan, parit serta anak sungai menggunakan alat berat dan tenaga manual dan nanti juga kami akan membagikan kembali Bansos di Kelurahan Bagan Timur," kata Edo Rendra.
Dikatakan Edo, banjir yang terjadi di Kecamatan Bangko saat ini memang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi ditambah lagi air dari pasang surut Sungai Rokan, sehingga menyebabkan pihaknya agak kesulitan dalam mengatasi banjir tersebut.
"Saat ini Kami juga akan membentuk Tim Satgas dalam mengatasi banjir ini dengan beberapa dinas terkait. Mudah-mudahan bisa saling bekerja sama, nanti tanggal 18 Oktober 2024 puncaknya pasang surut," jelasnya.
"Jadi kalau kita paksa pun untuk bekerja dalam mengatasi banjir dengan membuka semua anak sungai, parit, mungkin akan tetap sangat sulit mengatasinya, karena air akan terus naik ke daratan. Mudah-mudahan urusan kita dipermudah dan bencana banjir ini cepat berlalu," harapnya. (Jekson, S.H).


