UPT SMPN 3 Perhentian Raja Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Produktif, Siswa Antusias Ikut Bertani**

UPT SMPN 3 Perhentian Raja Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Produktif, Siswa Antusias Ikut Bertani**

Kanalvisual.com - Kampar - Riau | Program ketahanan pangan di lingkungan sekolah kini mulai diwujudkan secara nyata oleh UPT SMPN 3 Perhentian Raja, Kabupaten Kampar. Memanfaatkan lahan kosong seluas sekitar 2.500 meter persegi atau seperempat hektare, sekolah ini mengembangkan kebun produktif yang sekaligus menjadi sarana praktek langsung bagi para siswa.

Kepala UPT SMPN 3 Perhentian Raja, Yusrina, S.Pd.I, menjelaskan bahwa program ini lahir dari keinginan untuk mengoptimalkan lahan yang selama ini tidak dimanfaatkan secara maksimal. Sebelumnya, lahan tersebut hanya ditanami tanaman sederhana seperti serai dan kunyit, tanpa program yang terstruktur.

"Tujuan utamanya memanfaatkan lahan kosong yang ada. Sekaligus menjadi praktek langsung untuk mata pelajaran Prakarya dan IPA," ujar Yusrina.

Program pemanfaatan lahan tersebut turut mendapat perhatian dari jajaran Ormas LCI. Ketua Umum LCI, Sunggul Manalu, bersama Sekretaris Umum LCI, Tri Wahyudi, hadir langsung melihat pengembangan kebun produktif yang dilakukan pihak sekolah. Mereka mengapresiasi langkah SMPN 3 Perhentian Raja yang dinilai mampu mengintegrasikan pembelajaran dengan praktik nyata, sekaligus menanamkan nilai kemandirian dan ketahanan pangan kepada siswa sejak dini.

Berbagai jenis tanaman kini tumbuh di lahan sekolah tersebut, di antaranya terong, cabai, bayam, kangkung, tomat, hingga melon. Pemilihan jenis tanaman dilakukan secara selektif, yakni mengutamakan tanaman yang cepat panen dan dapat ditanam ulang, sehingga lahan tetap produktif secara berkesinambungan.

Antusiasme siswa terhadap program ini terbilang tinggi. Yusrina mengaku para siswa justru lebih bersemangat bekerja di lahan dibanding belajar di dalam kelas. Meski demikian, pihak sekolah tetap menjaga keseimbangan antara kegiatan praktek dan pembelajaran akademik.

Program yang baru berjalan pada tahun ini tersebut telah memiliki tim pembimbing resmi. Sekolah telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) khusus untuk program ketahanan pangan, dengan Ibu Wika Asri dan Ibu Nurhamidah sebagai pembimbing, serta didampingi guru praktek IPA, Rafika Amelia.

Yusrina menegaskan, manfaat program ini dirasakan langsung oleh seluruh warga sekolah. Hasil panen dapat dinikmati oleh pihak sekolah, sementara siswa mendapatkan pengalaman berharga dalam budidaya tanaman. "Sekolah bisa menikmati hasilnya, sekaligus siswa belajar budidaya tanaman," pungkasnya. (Red/kv/tw)