Viral Adanya Video Kriminalisasi, Polda Lampung Beri Penjelasan
Kanalvisual.com - Lampung Selatan - Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helmy Santika melalui Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad memberikan penjelasan video viral adanya kriminalisasi oleh Penyidik, Minggu (30/04/23).
Hasil dari konfirmasi Dirkrimsus Polda Lampung, Kombes Pol. Donny Arif Praptomo, membenarkan menangani perkara dugaan Tindak Pidana Perdagangan Sparepart kendaraan bermotor yang terjadi di bulan Juni tahun 2015 dan dikenakan sanksi hukuman sebagaimana di dalam UU RI No 7 tahun 2014. Kasus tersebut berawal Penyidik melakukan penyelidikan dengan mendapatkan informasi dari Masyarakat.
Diduga adanya Pelaku penjualan perdagangan sparepart kendaraan bermotor yang dilakukan oleh Sdr. HSJ yang tidak memiliki perizinan di bidang perdagangan di wilayah Lampung.
Pandra, menjelaskan, dalam perkara tersebut, melalui tahapan proses penyelidikan, gelar perkara dan ditingkatkan penyidikan serta menetapkan status tersangka terhadap HSJ. Penyidik sudah mendapatkan dua alat bukti untuk diteruskan proses penyidikannya.
Berkas perkara juga sudah dikirim ke Jaksa Penuntut Umum untuk tahap 1 dan dilakukan penelitian oleh Kejaksaan dan dinyatakan sudah lengkap berkas perkara (P21). Selanjutya, Penyidik tugasnya menyerahkan Tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Bandar Lampung tahap II.
Hasil konfirmasi dengan Kabidpropam Polda Lampung, Kombes Pol. Firman Andre menjelaskan, terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh penyidik AM, pihak Pengawas Internal Polri (Bidpropam) telah melakukan Upaya Hukum dan memberikan Sanksi Kode Etik Profesi Polri (KEPP).
"Terhadap penyidik AM yang melakukan dugaan pelanggaran, berupa putusan Sidang Kode Etik Profesi Polri (KEPP) antara lain : permintaan ma'af ke Institusi Polri dan Demosi (Mutasi) serta penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) periode dan sanksinya telah dijalankan oleh mantan penyidik AM yang di duga melakukan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri (KEPP)," tutup Pandra. (Adung).


